Pengelola Apartemen Gading Greenhill Kecewakan Penyewa

Oleh: Tim

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Herry Yap SH selaku penyewa kios di Apartemen Gading Greenhill  mengaku kecewa terhadap pengelola. Pasalnya ketika ia baru saja memulai usahanya dengan mengadakan soft opening (20 Januari 2022), namun pada tanggal 27 Januari 2022, toko yang disewanya tersebut di paksa harus tutup.

“Jelas kami sangat dirugikan dan dikecewakan karena saat mau coba soft opening, tempat usaha kami harus ditutup pihak pengelola apartemen dan Lurah Pegangsaan Dua,” ungkap Herry Yap kepada Amunisinews, di ruang kerjanya, Selasa (22/03/2022).

Herry mengaku kecewa atas upaya penutupan yang dilakukan pihak pengelola. “Karena, kami selaku menyewa (kios) sudah sesuai prosedur dan jenis usaha juga sudah berizin,” imbuhnya.

Padahal, lanjut Herry, ia selaku generasi milenial menangkap program pemerintah dalam memajukan usaha ekonomi kreatif  yang dikumandangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

 “Proses di perizinannya pun cepat dan dimudahkan. Tapi program (Presiden) Jokowi ini diabaikan atau tidak didukung aparat setempat. Makanya masih perlu dikaji. Buktinya di lapangan masih banyak hambatan walaupun sudah memiliki izin,” ungkap Herry Yap, yang telah mengantungi surat Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha: 0801220011076 itu.

Sementara itu, Rina, pihak pengelola Apartemen Gading Greenhill, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (22/03/2022), membenarkan adanya penutupan kios yang disewa Herry. Karena, menurutnya ada sejumlah warga yang merasa keberatan terhadap adanya kios yang menjual minuman (beralkohol).

“Kami pihak Pengelola tidak tahu kalau kios atau toko itu dipakai untuk jualan barang beresiko tinggi (minuman beralkohol). Selain itu, ada persyaratan yang belum terverifikasi,” kata Rina menerangkan penyebab ditutupnya kios yang disewa Herry itu.

Rina menambahkan, saat pihak penyewa memasukan barang ke kiosnya, juga tanpa dilengkapi surat izin masuk barang dari pengelola. “Menurut laporan sekuriti, diantara barang-barang yang masuk itu ada minuman. Jadi, kita minta sekuriti untuk mengawasi,” katanya.

Karenanya Rina menyesalkan pihak Agent Property Paulus yang dipercaya untuk menangani penyewaan kios atau toko di lingkungan Apartemen Gading Greenhill tidak memberikan informasi yang jelas terkait kegiatan usaha penyewa.

Dihubungi terpisah, Ahmad salah satu staf Agent Property Paulus mengakui telah menyewakan salah satu kios di Apartemen Gading Green Hill kepada Herry Yap. “Kebetulan memang saya yang melayani,” kata Ahmad di kantor Agent Propery Paulus, Selasa (22/03/2022) petang.

Menurut keterangan Ahmad, ia telah menyerahkan surat izin usaha yang dimiliki Herry Yap kepada pengelola sekitar tanggal 10 Januari 2022 lalu. “Sayangnya saya tidak membuat tanda terima penyerahan surat izin tersebut,” aku Ahmad kepada Amunisinews.

Lebih jauh diterangkan Ahmad, saat Herry akan menyewa kios, ketentuan Apartemen Gading Greenhill, tidak ada satupun klausal yang melarang toko atau kios menjual minuman beralkohol.

Seharusnya, lanjut Ahmad, saat terima surat izin usaha penyewa, pihak Pengelola sudah memberikan jawaban untuk tidak melanjutkan jenis usahanya. “Kenapa itu tidak dilakukan pengelola, dan kenapa juga pihak agent tidak ditegur saat menyerahkan surat izin tersebut, ” jelas Achmad.

Masih kata Ahmad, saat penyewa memasukan barang dagangan ke tokonya, dikatakan Rina, pihak pengelola tidak mendapatkan surat izin masuk barang. “Kenapa juga hal itu tidak dicegah oleh petugas Satpam dan tetap di izinkan masuk barang ?” kata Ahmad mempertanyakan protap kerja pengelola Apartemen Gading Greenhill.

Pos terkait