PENGEMBANGAN RUANG GAWAT DARURAT (DAK) RUMAH SAKIT AGOESDJAM KETAPANG SEBAGAI CONTOH, BERIKUT KETERANGANNYA!

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Jum’at, (07/01/2022) tim awak media Amunisi lakukan investigasi di lapangan temui beberapa masyarakat yang berada di sekitar proyek salah satu diantaranya pengembangan ruang gawat darurat Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikerjakan oleh pelaksana CV. REGUNA dan Konsultan pengawasan CV. RAFA CIPTA DESIGN senilai Rp.3.231.971.200 (Tiga miliyar dua ratus tiga puluh satu juta sembilan ratus tujuh puluh satu ribu dua ratus rupiah ) tahun 2021 terselesaikan dengan baik dari batas waktu yang ditentukan, tepat di rumah sakit Agoesdjam Kabupaten Ketapang Kalimantan barat (KAL-BAR).

Seperti yang dikatakan salah satu masyarakat yaitu Muhammad Budi Purwanto umur (45) tahun menuturkan, dengan adanya penambahan pembangunan baik rehab (UGD) Unit Gawat Darurat/ pengembangan ruang gawat darurat (DAK) sepaling tidak saya sebagai masyarakat cukup mengapresiasi program pemerintah serta mendukung penuh perkembangan Rumah Sakit kita Agousjam di Kabupaten Ketapang.

Bacaan Lainnya

Kembali Budi mengatakan, salah satunya kegiatan pengembangan ruang gawat darurat (DAK). “Saya menilai sudah cukup maksimum dan cukup baik, walaupun dari keempat pembangunan yang ada selain ini yang terbilang cukup baik dari yang lain, maka dari yang belum terselesaikan dari pembangunan setidaknya pelaksanaan kegiatan sudah berupaya semaksimal mungkin terselesaikan dengan baik juga tepat waktu, namun ada yang lainnya tidak terselesaikan apapun kendalanya saya tidak tau, tapi setidaknya kita bisa menghargai mereka selaku pelaksana maupun pemerintah yang sudah menganggarkan serta memberi perhatian kepada masyarakat,” jelas Budi kepada tim awak media Amunisi.

Adapun tambahan dari Irwan selaku pelaksana di lapangan, berharap pembangunan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, layak ditempati dan tidak membahayakan bagi pasien yang datang dan dirawat nantinya. “Harapan saya semoga masyarakat bisa menikmati dari pembangunan yang kami kerjakan serta bermanfaat, selebihnya saya meminta maaf jika dimana ada kekurangan dari pekerjaan kami, baik itu ketidak kurangpuasan masyarakat dari pembangunan yang kami kerjakan, khusus kepada pihak di bidang pelayanan rumah sakit Agoesdjam pesan saya juga agar bisa lebih memanfaatkan dari ajas pembangunan yang ada, dikarenakan mengingat sebelumnya semakin banyaknya pasien yang rawat inap di rumah sakit, serta bisa menjaga kebersihan rumah sakit, melayani pasien dengan sepenuh hati, memberikan kenyamanan bagi siapapun yang datang, dan saya bersyukur dan merasa sangat berterimakasih kepada masyarakat yang sudah mendukung perkembangan kelancaran proses pelaksanaan kegiatan kami di lapangan, dan semoga kedepannya kami selaku pelaksana kegiatan bisa bekerja lebih baik lagi dari pada sebelumnya,” ungkap Irwan kepada tim awak media Amunisi.

Ditegaskan oleh Sandi dari LSM AMPUH (Aktivis Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup) Ketapang, agar pemerintah pusat baik Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang dari  (APH) Aparat penegak hukum, para instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan pada pekerjaan yang belum terselesaikan serta lakukan kajian khusus motivasi ke depan agar tidak terjadinya kerugian negara dari asas manfaat pembangunan salah satunya yang dikerjakan oleh PT.TRY KARYA UTAMA CENDANA selaku Pelaksana dan Konsultan pengawasan PT.CIPTA INDAH CITRA yang tidak terselesaikan dari pengembangan ruang bersalin (DAK) senilai Rp.20.128.166.416 (Dua puluh miliyar seratus dua puluh delapan juta seratus enam puluh enam ribu empat ratus enam belas rupiah) dengan nominal anggaran yang sangat besar,” pungkasnya.

 

Editor : Tri Teguh Arifianto/Dedi Sumarni

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.