Penyebab dan Penanganan Kuku Cantengan

  • Whatsapp
dr Marrietta

R U B R I K  K E S E H A T A N

Oleh: dr. Marrietta Sugiarti Sadeli

dr Marietta Sadeli

AMUNISINEWS.COM, JAKARTA – Kuku cantengan dalam bahasa kedokteran disebut Paronikia. Paronikia merupakan infeksi yang terjadi di sekitar tepi kuku bahkan seluruh bagian kuku. Paronikia dapat mengenai baik jari tangan maupun jari kaki. Penyakit ini jika tidak diobati deng­an tepat, dapat berkembang menjadi infeksi yang lebih parah.
Penyebab terjadinya cantengan adalah bakteri atau jamur, mereka dapat masuk melalui kulit yang rusak di lipatan kuku dan kemudian menyebabkan infeksi dan peradangan.

Faktor ­ faktor kebiasaan yang dapat mempermudah terja­dinya cantengan yaitu:

1. Menggigit kuku atau mencungkil kuku
2. Mengisap jari
3. Sering mencuci (iritasi kimia)
4. Pemakaian alat manikur bersama
5. Jarang mengganti kaus kaki
6. Penggunaan sepatu yang
lembab dan sempit.
7. Pemotongan kuku yang terlalu pendek
8. Mengikis serta memotong kutikula.

Gejala yang paling sering pada cantengan, sebagai berikut:
1. Perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku
2. Pembengkakan 3. Kemerahan dimulai dari area yang terinfeksi ke  bagian tubuh lainnya.
4. Terbentuk abses (kumpulan nanah di bawah kulit)
5. Terasa nyeri bahkan terasa nyut-nyutan
6. Demam.

Penanganan cantengan salah satunya adalah menghindari fak-tor – faktor kebiasaan yang dapat mempermudah terjadinya canten-gan. Pada cantengan yang masih ringan dan tidak bernanah dapat dilakukan pembasuhan jari yang  terinfeksi dengan menggunakan air hangat yang bersih 3 – 4 x sehari atau kompres dengan cairan Rivanol.
Setelah dibasuh atau kompres, segera dikeringkan, kemudian penderita bisa mengoleskan krim / salep antibiotik pada kulit jari yang terinfeksi. Jika infeksi semakin memburuk, dokter biasanya meresepkan antibiotik oral.

Pada cantengan yang menahun, obat-obatan anti jamur mungkin diperlukan.
Penanganan harus dibedah atau tidak, tergantung dari luas infeksi. Pembedahan dilakukan apabila dengan obat-obatan tidak kunjung membaik atau jika sudah timbul nanah.
Bila nanah masih ringan bisa dilakukan pengaliran nanah kemudian dicuci bersih.
Bila infeksi terjadi hanya pada satu sisi dapat dilakukan tindakan memotong separuh kuku pada sisi yang mengalami infeksi. Bila infeksi sudah meluas dan melibatkan kedua sisi maka dilakukan tindakan mengangkat kuku seluruhnya.
Semoga bermanfaat

Pos terkait