Penyebab dan Penanganan Panu

  • Whatsapp
dr Marietta Sadeli
dr Marietta Sadeli

RUBRIK KESEHATAN

Oleh: dr. Marrietta Sugiarti Sadeli

dr Marietta Sadeli
AMUNISINEWS.COM, JAKARTA – Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Nama latin jamur penyebab panu adalah Malassezia furfur. Penyakit panu ditandai oleh bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat.

Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung kepada jenis kulit penderita. Beda halnya dengan jerawat yang terlihat menonjol di kulit, panu justru tidak menonjol dan biasanya akan terasa gatal apalagi bila terkena keringat. Panu paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan.

Meskipun begitu panu juga bisa ditemukan pada penderita berumur
yang lebih tua atau lebih muda.
Belum diketahui secara jelas apa yang menyebabkan peningkatan
perkembangan jamur Malassezia.

Tingkat kebersihan seseorang dianggap tidak berhubungan dengan munculnya penyakit ini.
Namun para ahli menduga ada beberapa faktor pada diri
seseorang yang bisa memicu kemunculan panu, di antaranya:

Memiliki jenis kulit berminyak
Tinggal di daerah lembab yang bersuhu hangat
Berusia remaja atau awal 20-an
Sering mengeluarkan keringat berlebihan
Memiliki tingkat kekebalan tubuh yang rendah

Mengalami perubahan hormon
Penyakit ini biasanya menyerang kulit di daerah yang menghasilkan banyak keringat. Biasanya panu terdapat pada bagian atas dada, lengan,leher, perut, kaki, ketiak, lipatan paha, muka dan kepala. Panu terutama ditemukan di daerah yang lembab dan dilindungi pakaian.

Panu memang tidak berbahaya, namun panu bisa mengganggu penampilan sehingga penderita tidak percaya diri dan menyebabkan ketidaknyamanan akibat gejala gatal-gatalnya.

Panu dapat diobati dengan menggunakan obat-obatan antijamur yang dijual bebas di apotek tanpa resep dokter. Krim yang di-jual bebas tersebut biasanya mengandung bahan-bahan tertentu, seperti selenium sulfida, clotrimazo-le, dan miconazole Terapi antijamur bertujuan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh jamur.

Meskipun terapi berhasil mengobati infeksi jamur, bercak-bercak panu mungkin akan tetap ada dan baru hilang setelah beberapa bulan. Penderita yang memilih pengobatan ini perlu mengikuti cara pe-makaian sesuai dosis yang benar. Krim antijamur biasanya dioleskan 1-2 kali sehari selama beberapa minggu.

Efek samping yang paling umum dari penggunaan krim anti jamur adalah rasa panas dan perih pada area kulit yang dioleskan Terapi dengan krim antijamur ini cocok pada penderita dengan bercak panu yang masih kecil.

Namun jika pengobatan yang Anda lakukan sendiri di rumah tetap tidak membuahkan hasil atau panu malah makin menyebar ke seluruh tubuh, maka periksakan diri ke dokter.

Selain itu, Anda juga di sarankan menemui dokter jika pernah terkena panu dan panu tersebut kambuh lagi.

Semoga bermanfaat

Pos terkait