Penyelesaian Proyek Lima Jembatan PJN di Bangka Tuai Sorotan

  • Whatsapp
IMG-20170117-WA0031
Jembatan Baturusa(foto: Amunisinews.com)

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM–Penyelesaian proyek pemeliharaan jembatan Pelaksana Jalan Nasional (PJN) di Kepulauan Bangka menyisakan beberapa pertanyaan di masyarakat Kepulauan Bangka Belitung.

Lima unit jembatan yang diperbaiki dengan menggunakan dana APBN sejumlah Rp 9,8 milyar tersebut dan Nomor kontrak kerja No.08.08/498593/03/123.1 serta waktu pelaksanaan berakhir tanggal 4 September 2016 dikerjakan oleh PT Bina Mulya Lampung yaitu paket perbaikan jembatan Nibung Satu dengan nilai dana Rp.748.300.000, jembatan Nibung Dua dengan nilai dana Rp.749.300.000, jembatan Layang dengan nilai dana Rp.1.610.220.000, jembatan Selindung dengan nilai dana Rp.2.464.014.000 dan jembatan Baturusa dengan nilai dana Rp.4.237.366.000.

Hal yang membuat beberapa pertanyaan di masyarakat terutama adalah tentang keterlambatan penyelesaian proyek perbaikan tersebut, semestinya selesai tepat tgl 4 September 2016 sesuai kontrak tetapi beberapa proyek dikerjakan molor tidak sesuai jadwal kontrak. Artinya jika kita mengacu kepada Peraturan Presiden RI NOMOR 70 Tahun 2012, disamping dikenakan denda satu permil perhari, perusahaan tersebut wajib diberi sanksi blacklist.

Setelah itu tentang hasil dari perbaikan jembatan tersebut setelah diperbaiki berdasarkan pantuan amunisinews pada Senin (16/1/2017) ada beberapa item yang diduga belum dikerjakan seperti beberapa baut yang sampai sekarang tidak terpasang dan beberapa plat penyangga yang sudah karatan tidak diganti. Serta pekerjaan lapis Aus (AC-WC), pembobolan beton berlobang/retak , pembesian tulang yang berkarat, pekerjaan grounding dan packing dan juga pemasangan baru ( talud) sebagai mana diminta dalam dokumen tidak dikerjakan.

Ada juga pekerjaan yang tidak dikerjakan yaitu pada perbaikan jembatan Nibung Dua dengan nilai perbaikan Rp.749.300.000. Jembatan Nibung Dua tidak dikerjakan sedikitpun, padahal plang proyek perbaikan tersebut terpasang di jembatan Nibung Dua beberapa bulan yang lalu.

Hendra, ST Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut saat dikonfirmasi amunisinews melalui pesan singkat pada Senin sore (16/1/2017) meminta amunisinews datang kekantornya untuk konfirmasi. Saat amunisinews datang ke kantor PJN Bangka Belitung di sekitar Bandara Depati Amir Bangka Belitung, Hendra ST tidak berada di kantor. Menurut keterangan Satpam, Hendra lagi Dinas Lapangan. Sampai dua kali amunisinews mendatangi kantor PJN Babel, tetap tidak bisa bertemu Hendra untuk konfirmasi.

 

Disorot LSM

Menanggapi hal tersebut, LSM Gebrak melalui Ketua Bidang Investigasi Ismail kepada wartawan saat ditemui di sebuah warung kopi di Pangkalpinang menyoroti beberapa hal, di antaranya tentang hasil pekerjaan perbaikan itu.”Kita lihat asal asalan saja dan perusahaan itu semestinya blacklist, juga tentang pencairannya di kantor KPPN Pangkalpinang terkait denda. Kami pantau kemarin (Minggu, 15/1/2017) ada bebetapa item yang tidak dikerjakan untuk jembatan Baturusa dan Jembatan Nibung Dua tidak dikerjakan sama sekali. Serta hasil dari pekerjaan tersebut kami lihat dari beberapa jembatan yang diperbaiki hasilnya asal Asalan, seperti beberapa baut sempat tidak terpasang dan beberapa tulang pembesian yang berkarat tidak diganti dan item item yang lain juga tidak dikerjakan oleh rekanan”, kata Ismail (minggu)

Ismail tambahkan baha saat disaat dia memantau ke jembatan Nibung, perbaikan untuk jembatan Nibung satu terlihat sekali asal asalannya, seperti talud yang baru dipasang sudah retak dan roboh. “Yang lebih parah pada perbaikan Jembatan Nibung Dua, tidak ada perbaikan sama sekali”, terangnya (Senin 16/1/2017)

Selain itu Ismail sorot juga tentang keterlambatan dan denda serta blacklist. “Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012, selain perusahaan itu diwajibkan bayar denda perhari, perusahaan tersebut harus di blacklist. Nanti kita akan cek dendanya dikantor KPPN Pangkalpinang dan kita akan cek di internet apakah perusahaan itu di blacklist atau tidak, jangan jangan nantinya pihak PPK ‘ bermain mata’ dengan kontraktor,” katanya pada Minggu (15/1/2017).( Gpng/herman)

Pos terkait