Penyidik Polda Jabar Periksa Kades Pasirjaya

Oleh : Lambas

BOGOR, AMUNISINEWS.CO.ID – Penyidik Polda Jawa Barat (Jabar) resmi memanggil Kepala Desa Pasirjaya Suhanda Hendrawan, dengan surat panggilan Nomor B/697/III/Ditreskrimsus, di ruang Unit II Subnit IV Tipidter Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar Rabu (6/4/2022) pukul 10.00 wib untuk pemeriksaan.

Bacaan Lainnya

Pemanggilan tersebut terkait adanya aduan Karmila Warouw tertanggal 7 Maret 2022 serta laporan informasi Nomor Li/174/III/2022/Direskrimsus tertanggal 14 Maret 2022, atas dugaan tindak pidana Pasal 63 ayat (1) dan (2) Undang Undang RI Nomor 38 tentang dugaan perbuatan yang dilakukan oleh Intani Choirina, Direktur Utama PT. Metropolitan City Center (MCC) yaitu menutup akses jalan dengan menggunakan Portal yang berlokasi di Blok Cigadog Kp. Palalangon, Rt 002/03, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jabar Kombes Pol Roland Ronaldy menyoroti aduan masyarakat tersebut.

Sementara Karmila menjelaskan, jika tanggal 6 April 2022 Kades dipanggil untuk diperiksa Penyidik Polda Jabar, perkara di tutupnya portal akses jalan perkebunan yang dilakukan Intani Choirina selaku Dirut PT. Metropolitan City Center, yang mengakibatkan kerugian bagi dirinya, baik materi dan materiil senilai 1 miliar rupiah.

Sebelumnya, telah viral diberbagai media adanya aksi untuk menyampaikan aspirasi warga penggarap dengan orasi penolakan adanya penutupan portal masuk area lahan garapan perkebunan yang dilakukan oleh oknum Dirut PT. Metropolitan City Center (MCC).

Untuk menjaga kondusifitas wilayah, terkait rencana akan adanya aksi, dirubah menjadi ruang mediasi terbuka dengan pihak perwakilan PT. Metropolitan City Center yang di saksikan aparat kepolisian Polres Bogor, Polsek Cijeruk, dan Satpol PP Kecamatan, juga massa yang diduga dibayar oleh pihak PT. MCC, yang berjumlah lebih dari 80 orang dan telah menduduki lokasi pintu masuk lahan, yang diportal terlebih dahulu.

Hasil penelusuran investigasi dari beberapa sumber, penutupan Portal tersebut diduga kuat diketahui Kades Pasirjaya, namun Kades sulit ditemui bahkan sangat terkesan menghidar dari konfirmasi wartawan.

Seperti diketahui Kepala Desa memiliki kewenangan di wilayahnya, maka Kades Pasirjaya diduga telah melakukan penyelewengan jabatan, sehingga dinilai ada deal-dealan dengan pihak PT. Metropolitan City Center.

Dari keterangan tertulis hasil notulen pertemuan di kantor Desa Senin, (21/2/22) lalu, antara pihak PT. Metropolitan City Center dengan pihak warga yang di wakili Karmila Warouw, Kades Pasirjaya mengklaim dirinya tidak pernah mengijinkan PT. Metropolitan City Center untuk memportal akses jalan perkebunan.

“Memang ada rekapan notulen pertemuan tersebut dan Kades Suhanda mengatakan lahan garapan itu merupakan akses jalan untuk umum, namun kenyataanya kok di portal pihak PT. MCC,” ucap Karmila.

Pos terkait