Perlunya Jaminan Keamanan dan Kehalalan,Dinas Pangan dan Pertanian Gelar Bimbingan dan Pelatihan NKV.

  • Whatsapp

Oleh Tama

SIDOARJO,AMUNISINEWS.CO.Id- Pentingnya jaminan keamanan dan kehalalan produk olahan asal hewan,untuk itu penerbitan Nomor Kontrol Veteriner (NKV )sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhi persyaratan higene dan sanitasi sebagai jaminan produk hewan pada unit usaha.Kurang lebih 50 peserta dari peternak unggas, mendapat perhatian Dinas Pangan dan Pertanian dengan digelarnya bimbingan dan Pelatihan Selasa (15/6/2021)di ruang pertemuan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih,ST,MT mengatakan dengan kegiatan ini dalam usaha dapat memberikan rasa aman terhadap masyarakat,atas produk bahan asal hewan yang di gunakan.Dan bertujuan untuk membimbing,pelatihan,dan sosialisasi kepada para pelaku unit usaha produk asal hewan.Dan mewujudkan kesehatan serta ketentraman batin masyarakat melalui jaminan keamanan,produk pangan asal hewan yang aman.Karena keamanan produk bahan asal hewan merupakan syarat penting, harus melekat pada produk yang digunakan oleh semua masyarakat indonesia.

“Peternak harus memenuhi standart mutu dan keamanan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,sehingga hendaknya dilakukan penerapan pengawasan terhadap peredaran pendistribusiannya.Sehingga didapatkan produk pangan asal hewan yang Aman,Sehat,Utuh,dan Halal (ASUH).”jelas Eni.

Lebih jauh Eni menjelaskan,sasaran dari kegiatan ini adalah para pelaku usaha pemotongan unggas yang telah mendapat sertifikasi halal 2018,para pelaku usaha pengolahan bahan asal hewan/UMKM yang telah mendapat pelatihan sertifikasi halal pada tahun 2020,dan pelaku usaha UMKM olahan asal hewan di kabupaten Sidoarjo.

Dengan jaminan keamanan dan kehalalan pangan asal hewan dapat mewujudkan kesehatan juga ketentraman batin bagi masyarakat melalui jaminan keamanan produk pangan asal hewan (ASUH).

Pemerintah diharapkan tetap memberikan pembinaan dan bimbingan pelaku usaha, untuk penanganan produk pangan asal hewan secara higienis dan sanitasi.Dan menjamin keamanan asal hewan pemkab Sidoarjo diharap senantiasa memberikan sosialisasi dan bimbingan tehnis sertifikasi NKV,tutup Eni.

Sementara Suyono salah satu perwakilan peternak unggas (ayam) dari Buduran mengeluhkan harga jual hasil telurnya kalah harga dari peternak Kediri dan Blitar.

Namun demikian ilmu yang kita terima dari dinas alhamdulillah sudah kita terapkan.Tapi masih kalah murah dari daerah lain, kenapa??ternyata disini tidak ada subsidi pakan ternaknya.Mudah -mudahan dari dinas atau pemkab nantinya hasil kita bisa bersaing dari Kediri dan Blitar.

“Kendalanya kita kalah dipersaingan harga yang kita pasarkan,padahal kita sudah menerapkan ilmu dari dinas,”terang Suyono yang menginginkan telornya bisa expor bersama 20 peternak di wilayahnya.

Usman ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo mengatakan,penerbitan NKV itu sesuatu yang diperlukan oleh mereka pengusaha ternak dan lainnya,dalam rangka memberikan sebuah fasilitas bagi hasil produknya.Dan mereka rupanya mengalami sebuah kesulitan dari sisi pemasaran karena harga yang mereka pasarkan itu kalah bersaing dengan daerah lain.Daerah lain itu kenapa bisa lebih murah karena katanya ada subsidi pakan.

Dengan begitu kami dari pemerintah daerah ya harus hadir menyikapi masalah itu,karena mereka adalah kelompok UMKM yang memang harus kita bina dan kita tingkatkan.Itukan adalah bagian dari visi misi Bupati,peningkatan clash dari UMKM biar stratanya naik.Jadi kita harus melakukan upaya – upaya bagaimana mereka bisa lebih maju dalam mengembangkan masyarakat.

“Memang masih ironis bagi pemerintah kabupaten Sidoarjo yang notabennya dekat dengan bandara tetapi tidak bisa eksport.Itu sebenarnya tidak hanya masalah transportasi tapi ada sesuatu hal yang belum terpenuhi tentang uji labnya,”imbuh Usman.

Pemerintah kabupaten Sidoarjo belum menyediakan untuk keperluan mereka melakukan pemeriksaan- pemeriksaan (laboratorium) .Intinya dari pada bimbingan dan pelatihan hari ini harus ada tindak lanjut,hasil dari diskusi- diskusi pada mereka ,terang Usman

Hadir dalam kegiatan,Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo,Narasumber dari Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur,Narasumber dari LPPOM MUI Jawa Timur,dan Pelaku usaha hewan.

Harapan kami ada tindak lanjut dari beberapa yang mereka hadapi bagi pelaku usaha harus kita carikan solusinya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *