Pertama Kali, Polri dan KPK Bersinergi OTT Bupati

  • Whatsapp

Oleh Ulis

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, penangkapan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dalam kasus jual beli jabatan di lingkungan Kabupaten Nganjuk yang dilakukan oleh penyidik Direktorat Tipikor Bareskrim Polri bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah yang pertama terjadi.

“Ini pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah,” kata Raden, Selasa (11/5).

Menurut Raden, kerjasama lembaga penegakan hukum ini mulai dari penyelidikan sampai dilakukannya operasi tangkap tangan (OTT).

“Sinergitas antar lembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi,” pungkas mantan Kepala Bidang Humas Polda Jatim ini.

Sebelumnya, KPK dan Bareskrim meringkus Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, dan langsung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus jual beli jabatan dilingkungan Pemkab Nganjuk, Senin (10/5).

Selain Bupati, Nganjuk penyidik juga mengamankan tersangka lainnya enam orang lainnya yaitu Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.

Penyidik juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp647.900.000 dari brankas pribadi Bupati Nganjuk, delapan unit telepon genggam, satu buah buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *