Pihak CV Panrita Lino Di Takalar Patok Harga Tinggi Kepada KPM

Oleh: Hamzar Siriwa

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID – Diketahui pada prinsipnya setiap pengusaha ingin menuai keuntungan banyak dari usaha yang dilakoninya, sekalipun sebagian pengusaha harus menghalalkan segala cara.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana yang terjadi di Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, dimana Perusahaan CV. Panrita Lino yang dipercayakan sebagai pemasok sembako bahan pangan dalam Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dinilai mematok harga sangat tinggi kepada KPM, sementara bahan pangan yang dijualnya tidak memenuhi harga standar Nasional sesuai petunjuk Kemensos barang yang dijual tinggi hanya barang lokal seperti beras, telur, buah, dan sayuran.

Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima BPNT saat ini bantuannya tidak berupa bahan pangan atau Non Tunai melainkan bantuannya ditunaikan sebesar Rp 200.000,-/bulan yang diterima setiap 3 bulan sekali.

Bantuan BPNT yang ditunaikan melalui PT. Pos Indonesia berdasarkan anjuran Pemerintah, maka uang tersebut dapat digunakan atau dibelanjakan oleh KPM di E-warung manapun tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Namun, disini pihak CV. Panrita Lino menggaet seluruh KPM yang menerima bantuan tunai dari PT. Pos untuk berbelanja di E-warung dengan harga yang sangat tinggi.

Hal tersebut sebagaimana dijelaskan oleh Pemilik E-warung Kelurahan Rajaya, Kecamatan Polombangkeng Selatan, “iya saya mengaku menjual sembako dengan harga tinggi, karena belinya juga dengan harga tinggi pula,” kata Nursiah Dg. Nganne.

Nursiah juga memaparkan berapa harga barang yang dia beli dari Pemasok atau pihak CV. Panrita Lino bahwa, “saya membeli beras isi 10 kg harga Rp 95.000,-  sehingga ia jual kepada KPM Rp 100.000,- sementara harga beras dipasaran per kilogramnya hanya Rp 8.000,- sehingga selisih Rp 15.000,- per KPM di tangan pemasok,” ungkap Nursiah.

“E-warung hanya untung Rp 5.000,- karena tidak mungkin juga menjualnya rugi atau sama dengan modalnya karena pemilik e-warung adalah manusia biasa. Dari beberapa kecamatan wilayah pemasokan sembako CV PANRITA LINO diperkirakan KPM mencapai 10.000,- orang dengan selisih harga Rp 15.000,- khusus beras,” tambah Nursiah.

Belum lagi telur, harga penjualannya juga jauh lebih tinggi Rp 50.000,- karena belinya Rp 45.000,- dari pemasok dibanding harga pasaran karena Dg.Nganne mengaku tidak mungkin menjual dengan harga lebih rendah dari modalnya.

“Ketika dicari tau pemasok telur, Dg.Nganne menjawab sama dengan beras dari CV PANRITA LINO. Harga penjualan telur kepada KPM katanya Rp 50.000,- karena juga belinya Rp 45.000,- dari pemasok,” ungkap Nursiah.

Mengenai adanya KPM yang menudinya memaksakan kehendak dan mengancam KPM belanja di warungnya itu sama sekali tidak benar.

“saya tidak paksakan KPM belanja di warungku terserah KPM mau balanja dimana saja’ ucapnya.

“Begitu juga apel 12 biji dijual Rp 60.000,-, dan sayuran berupa kool dan wortel, total Rp 600.000b-” sambung Nursiah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.