Pihak Petani, Koperasi dan Pihak Kebun, Sepakat Membentuk Tim Pansus

  • Whatsapp

Oleh : Reosliyani/Dedi

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Pihak Petani Mitra, Pihak Koperasi dan Pihak  Manajemen PT. Aditya Agrorindo (AAG), di Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kal-Bar, adakan mediasi, (14/01/22) yang baru lalu.

Bacaan Lainnya

Acara mediasi diprakarsai Camat Simpang Hulu, Pensensius SE. M. Sos, tujuannya agar permasalah Petani Mitra di wilayah Kecamatan Simpang Hulu, ada titik temunya untuk semua pihak.

Turut hadir Tim Manajemen PT.AAG, Tim Koperasi 3 Desa dalam  HGU PT.AAG dan Kades Desa Botuh Besi, Desa Kualan Hilir dan Tokoh Adat serta Leo SH, Hendrianus serta Bidon mewakili aspirasi Petani Mitra.

Menurut Leo SH., Hendrianus dan Bidon, mewakili semua Petani Mitra, menuntut pengurus Koperasi agar menjelaskan mekanisme kerja Koperasi yang benar dan terbuka.

“Karena selama ini, dari tahun tanam 2009 dan tahun tanam 2012 , tidak mendapatkan hasil yang semestinya.” Ungkap Leo, SH. mewakili aspirasi Petani Mitra.

Menurut Bidon, Tokoh masyarakat, pihak Koperasi selama ini terkesan tertutup dalam hal kinerjanya Koperasi. “Kami petani, hanya mendapatkan hasil yang tidak menentu, kadang kadang ada per triwulan di bayar cuma Lima puluh ribu per Hektar, itupun masih di potong 5% untuk fee koperasi,” jelas Bidon.

Membingungkan memang, tambah Bidon, “Ada potongan fee wajib, ada yang dibayar pertahun, bahkan ada yang belum dibayar sama sekali. Padahal tahun tanamnya sudah masuk puluhan tahun, hingga muncul permasalahan yang sekarang ini ,” keluh Bidon mewakili aspirasi Petani Mitra.

Bidon menambahkan, “seandainya pihak Koperasi dan pihak Manajemen dari awal mau mengambil langkah seperti hari ini, tentu kami, Petani Mitra tidak perlu melakukan aksi sampai memblokade pabrik,” ungkap Bidon mengingatkan.

Kami sadar, apa yang kami lakukan, betapa merugikan pihak PKS. PT AAG beberapa hari tidak berproduksi.  “Tetapi, tanpa kami ambil langkah aksi demo ini, untuk PT AAG dan Koperasi tidak akan menyadari dan berinisiatif menyelesaikan permasalahan yang sudah lama mengendap.

Hendrianus, mewakili Petani Mitra, menambahkan, “Sekarang kita sepakat membentuk tim pansus (panitia khusus), tujuannya untuk investigasi bersama, sasaran lahan Petani Mitra yang dikelola Koperasi. Kita bersama tim Pansus akan cros cek bersama keberadaan lahannya, kelayakan jalannya dan perawatan lahan dan juga cek data laporan yang selama ini dikelola pihak Koperasi dan pihak Manajemen kebun,” tutur Hendrianus.

Pensensius SE.M.Sos, Camat Simpang Hulu, saat ditemui dirumah dinasnya, membenarkan tentang Tim Pansus yang terbentuk untuk melakukan investigasi kinerja Koperasi dan Manajemennya.

“Kita berikan waktu satu bulan pertama untuk menyelesaikan tugasnya, kalau masih belum selesai kita berikan waktu lagi sampai benar benar selesai,”  tegas Camat selaku pengawas kinerja Tim Pansus mitra itu.

Beliau menghimbau agar keluarga Petani Mitra di tiga Desa di wilayah HGU PT AAG, jangan ada aksi lagi, ketika Tim Pansus ini masih bekerja, “Bila perlu kita bantu, supaya masalah yang besar kita kecilkan dan masalah kecil kita hapuskan,” saran Camat.

Lanjutnya, “kalau pun ada permasalahan terkait di wilayah kami, bawa dan laporkan pada seksi di Kecamatan untuk dicarikan solusi penyelesaiannya,” janji Camat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *