PLN Cirebon Persulit Dunia Usaha

  • Whatsapp

PIC_0743AMUNISINEWS.COM, Jakarta – Tidak ada kepastian dalam berinvestasi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pasalnya PT.PLN Area Cirebon dan Rayon Jatibarang yang diharapkan siap memasok aliran listrik untuk kebutuhan perusahaan doking dan pembuatan kapal sekitar lokasi Balongan tepatnya di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, ternyata bersikap sebaliknya. Jaringan listrik berikut gardu plus travo yang sudah terpasang seenaknya dibongkar tanpa surat peringatan sepotong pun.

“Sudah habis ratusan juta rupiah untuk mendapatkan aliaran listrik , hanya terlambat membayar 2 bulan langsung diputus dan dibongkar travo berikut gardu. PLN Area Cirebon dan Rayon Jatibarang seenaknya membongkar gardu berikut travo yang sudah terpasang di PT Jaya Sejati Dua perusahaan doking dan pembuatan kapal. Ini artinya PLN bukan mendukung dunia usaha, tetapi justru sebaliknya mempersulit usaha,” kata Sudjamin Sinin, pemilik usaha doking dan pembuatan kapal yang beralamat JL.MT Haryono No,20 Indramayu, Jawa Barat, kepada koran Amunisi, kemarin.

“Biaya pasang untuk daya 197 KVA Rp.185.186.000,- plus biaya konsuler Rp.27.000.000.- total dana dikeluarkan mencapai Rp.212.186.000, namun telat bayar hanya Rp.20 juta sampai Rp.30 juta investasi yang melebihi Rp.200 juta itu ibarat ditelan bumi,” jelas Sudjamin, sambil menambahkan, sejak terpasang tahun 2014 lalu belum pernah menikmati aliran listrik sama sekali, namun tiba-tiba diputuskan begitu saja. (ID PLN : 533611618447).

Sebelum gardu dan travo dibongkar, menurut Sudjamin hanya ada pemberitahuan dari petugas Tempat Pelelangan Ikan yang tidak jauh dari lokasi doking kapal dengan alasan ada bencana alam yang sangat membutuhkan gardu dan travo maka dibongkar dan dipindahkan ke tempat lain.

“Pemberitahuan itu juga bukan dari pihak PLN Area Cirebon maupun Rayon Jatibarang, karena untuk kepentingan bencana saya maklumi. Namun, alangkah kaget setelah minta dipasang kembali melalui PLN Rayon Jatibarang dan Area Cirebon, dengan nada tinggi Kepala Rayon Jatibarang menyatakan  harus pasang baru dengan alasan sudah terlambat membayar tagihan listrik beberapa bulan,” ucap Sudjamin dengan nada sangat menyesal PLN tidak ada toleransi sama sekali dengan pengusaha pribumi.

Kepala Rayon PLN Jatibarang dan Kepala Area PLN Cirebon, lanjut Sudjamin tidak ada kompromi untuk memasang kembli gardu plus travo yang sudah dibongkar tanpa pemberitahuan terlebih dulu. “Saya kecewa dengan sikap PLN Area Cirebon dan Rayon Jatibarang dengan sewenang-wenang bongkar gardu dan travo,” tegas Sinin yang sudah membayar tunggakan yang mencapai Rp.53 juta.

Padahal, sebut Sudjamin investasi yang sudah digelontorkan di areal doking kapal sudah melebihi Rp.10 miliar untuk membangun perkantoran 4 lantai, dtambah lagi untuk membangun tempat doking plus pembuatan kapal, total dana yang harus dihabiskan sekitar Rp.50 miliar. Sedangkan untuk tenaga kerja bisa menyerap 400 orang.

Sementara secara terpisah Kepala Area PLN Cirebon melalui Bagian Niaga, Arsheita menyatakan, pembongkaran rampung gardu dan travo yang dilakukan Rayon Jatibarang sudah sesuai prosedur PT.PLN. Alasannya, jika pelanggan tidak melunasi tagihan selama 3 bulan maka pihaknya wajib membongkar meter serta travo dan gardu.

Jika tidak dibongkar rampung, menurut Arsheita PLN Rayon Jatibarang dan Area Cirebon bisa dinilai tidak menjalankan tugas sesuai aturan.”Kalo tidak dibongkar rampung, karena pelanggan tidak membayar tagihan 3 bulan, pasti dinilai pimpinan ada sesuatu dengan pelanggan tersebut,” jelasnya sambil menambahkan, saat ini PLN menjalankan kinerja dengan sistem terbuka dan mudah dipantau siapa saja termasuk pimpinan PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten. (Ari)

 

 

Pos terkait