PNS Damkar Terlibat Jaringan Shabu-Shabu

  • Whatsapp
bb shabu-sabu
foto ilustrasi/ist

NUNUKAN, AMUNISINEWS.COM-,Jaringan perdagangan dan peredaran gelap Narkotika jenis shabu-shabu (SS), merambah kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Hal ini terbukti ketika pihak Satuan Polres Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Satreskoba Polres Nunukan l menangkap MA , yang bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nunukan dan kakaknya yang berinisial S.

Hal ini sesuai keterangan dari Kasat Reskoba Polres Nunukan, AKP.Muhammad Hasan kepada wartawan pekan kemarin tersangka MA dan S ditangkap untuk kepentingan penyidikan.

Menurut AKP.Muhammad Hasan, dari tangan kedua pelaku pihaknya berhasil mengamankan barang bukti (BB) sebanyak 27 gram,dimana 3 gram lainnya sempat dibuang oleh MA untuk mengelabui petugas.

“Hasil penyidikan polisi,MA mengakui mendapatkan barang haram jenis sabu-sabu tersebut dari kakaknya yang berinisial S. Keduanya selain sebagi pengguna juga sama-sama pengedar,” kata Kasat.

Pelaku berinisial S adalah residivis perkara shabu dan telah lama menjadi Target Operasi (TO) polisi.

“Tersangka MA ditangkap saat komunikasi dengan seseorang pemakai yang tidak punya uang,menawarkan shabu-shabu gratis di rumahnya,”ujarnya.

Masih menurut AKP.Muhammad Hasan bahwa, hasil pemeriksaan sementara sebelum pelaku ditahan MA mengaku hanya menyimpan shabu-shaabu milik kakaknya dan tidak mengedarkan.

Namun apapun dalih MA ia telah terbukti menyimpan dan menawarkan barang haram tersebut kepada orang lain. Diiketahui pula bahwa, S mendapatkan SS tersebut dari Malaysia tepatnya di daerah Kalabakan untuk diedarkan di daerah Nunukan dan sekitarnya.

Hingga saat ini pihak Polres Nunukan belum memastikan apakah tersangka MA akan mengajukan rehabilitasi sebagaimana yang telah diajukan HZ (44) yang juga PNS di lingkungan Pemkab Nunukan yang bertugas di kantor Satuan Polisi Pamong Praja(Sat Pol PP),yang ditangkap oleh pihak Satreskoba Polres Nunukan pada bulan Juli lalu.

“HZ sudah menjalani rehabilitasi setelah mendapat persetujuan dari tim assesmen,”terangnya. (RDM).

 

 

Pos terkait