Polres Bekasi Disinyalir Kangkangi Visi Kapolri

  • Whatsapp
Tigor Simanjuntak (kanan baju batik) saat menduduki SMK Fahd School Islamic dan anggota Polisi Polres Kb: Bekasi.

Oleh: Rukmana

Bekasi, Amunisinews.co.id – Tindak pidana kekerasan terhadap orang atau barang yang diduga dilakukan oleh preman bayaran terjadi di SMK kesehatan Fahd School Islamic Ujung harapan Bekasi. Menurut keterangan saksi Dzulfikri, pelaku pengrusakan gembok pagar sekolah dan tindakan pidana kekerasan terhadap orang di SMK Fahd School Islamic Ujung harapan, Bekasi, diduga suruhan dari Ahmad Qurtubi bekas menantu H. Rofiun pemilik sekolah.

Lanjut Dzul, gerombolan preman tersebut menggasak uang kas sekolah dan menduduki sekolah tersebut dengan mengaku bernama Tigor Simanjuntak, SH yang ternyata juga seorang Pengacara dan mengaku sebagai Kepala Sekolah yang baru dan diangkat oleh Ahmad Qurtubi (pembina), padahal Ahmad Qurtubi telah mengundurkan diri sebagai pembina bahkan qurtubi telah dikalahkan di pengadilan negeri dan pengadilan tinggi atas gugatan perdatanya.

Dzulfikri didampingi pengacaranya telah melaporkan tindak kekerasan terhadap barang dan orang di SMK kesehatan Ujung harapan dengan laporan Polisi Nomor :B/1116/VIII/2021/SPKT/PMJ/Polres Metro Bekasi Cikarang.

Namun hingga saat ini terlapor (Tigor Simanjuntak, SH) belum juga ditangkap, sementara itu Kapolres Bekasi Kombes Pol. Hendra Gunawan, SIK, saat dimintai keterangannya melalui whatsapp mengatakan,”silakan hubungi kasat reskrim” katanya singkat.

Advokat senior Dr. Rainoer, Drs. SH. MH dan Zainal Abidin, SH menyampaikan kekecewaannya terkait kinerja penyidik Polres Metro Kab. Bekasi yang melakukan pembiaran terhadap pelaku tindak pidana yang dilakukan oleh Tigor Simanjuntak. dkk.

Rainoer menegaskan,”merusak kunci gembok pagar dengan menggunakan cairan kimia dan masuk ke halaman rumah tanpa ijin dan duduk2 di teras rumah apalagi dengan membawa anggota Brimob yang katanya telah mendapat surat perintah dari komandannya untuk melakukan Eksekusi dan menguasai Rumah H. Rofi’un Minggu 12/09/2021 adalah merupakan tindak pidana kekerasan terhadap barang dan orang yang seharusnya Polres Bekasi menangkap para pelakunya. Namun entah kenapa pihak Kepolisian Polres Kabupaten Bekasi membiarkan gerombolan preman itu seolah mereka tak bersalah, ini preseden buruk dalam penegakkan hukum di Indonesia.

lanjut Rainoer “Karena masyarakat sudah muak dengan tindakan jahat Ahmad Qurtubi, maka Tigor Simanjuntak. SH. dkk diusir oleh massa warga kampung ujung harapan bahkan hampir diambil tindakan oleh massa/warga yang sudah mulai terpancing oleh sikap Tigor Simanjuntak yang mengaku ini rumah nya dan ini sekolah miliknya dan ia mengatakan saya kepala sekolah.”

Masih menurut Kuasa hukum Dzulfikri” Ahmad Qurtubi tak henti – hentinya menggangu keluarga H.Rofi’un, sebelumnya¬† 24/08/2021 Tigor Simanjuntak, SH, juga datang ke sekolah bersama puluhan preman memaksa penjaga sekolah membuka gerbang sekolah dan masuk serta menduduki sekolah, masuk ke ruang TU dan mengambil sejumlah uang, ini kan murni pidana dan sudah saya laporkan ke Polres Kabupaten Bekasi, namun pelaku dibiarkan begitu saja tanpa ada tindakan dari pihak kepolisian, padahal polisi datang ke TKP, katanya kesal.

“Hebatnya lagi, Tigor dkk ini dijemput, diselamatkan, diamankan 4 orang oknum Brimob suruhan Ahmad Qurtubi sekitar pukul 21;00 menggunakan Toyota Kijang No Pol. B. 1352 KKW, fenomena ini mengindikasikan adanya kinerja POLRI yang sangat buruk, kata Rainoer dengan nada kecewa.

Reaksi keras dari warga sekitar tempat tinggal H.Rofi’un memaksa Tigor dkk meninggalkan SMK Fahd School Islamic yang dikuasainya, warga dan Satpol PP Kelurahan mempertanyakan surat perintah aparat polisi yang ikut membantu Tigor menguasai SMK tersebut, ” saudara polisi darimana tunjukan surat peritah tugas kalian, kalau tidak ada silahkan mundur” hardik Satpol PP dan warga.

dan ternyata mereka tidak dapat menunjukkan surat perintah tugas, massa yang sudah mulai emosi hampir saja bertindak kasar kepada Tigor dkk beruntung massa mampu ditenangkan oleh Satpol PP dan pengacara sehingga Tigor dkk tidak babak belur dihajar massa.

Advokat senior Rainoer dan Zainal Abidin mengungkapkan, Warga asli sekitar rumah H. rofiun sudah mulai muak dan marah dengan perbuatan Ahmad Qurtubi, (mantan mantu H. Rofi’un) yang sudah berulang kali (10 kali) mengerahkan Premanisme, Ormas, dari luar daerah Bekasi dan bahkan memperdaya anggota Polri dan ada juga yang mengaku pengacara tidak jelas dengan iming-imingi uang dan asset bilamana berhasil menguasai aset mertuanya.

“Dalam catatan kami, A.Qurtubi melakukan perbuatan secara melawan hukum/Tindak pidana pada bulan (September dan Oktober 2018). ; (23 Desember dan 29 Desember 2019) ; (tgl. 21-22 Juni 2020 & 29 Juni 2020) ; (tgl 19 Oktober 2020) ; (tgl 27 Oktober 2020) ; (22 s/d 24 Agustus 2021) dan (Tgl. 12 September 2021) Kesemua tindak pidana yang dilakukan ini sudah dilaporkan kepada kepolisian Polres Kabupaten Bekasi, namun anehnya, tidak pernah diproses secara tuntas apalagi ditangkap. Jika Polres Bekasi melakukan pembiaran terhadap pelaku maka ini preseden buruk bagi kinerja POLRI dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal¬† Listyo Sigit Prabowo yang notabene sedang bekerja keras membangun POLRI yang presisi, pembiaran terhadap pelaku tindak pidana ini sama saja mengangkangi program dan Visi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *