Polres Jakarta Utara Lepaskan Tersangka Penggelapan Mobil Rental

  • Whatsapp

IMG-20170815-WA0023

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-
Mungkin hanya Sugito, seorang tersangka penggelapan mobil yang bisa bebas berkeliaran, kenyataan ini sungguh menyakitkan hati para korbannya.

Menurut Maksudi, (kakak Abdur Rachman) yang merupakan korban penggelapan yang diduga dilakukan oleh pemilik nama lengkap Sugito, atau yang akrab disapa Gito ini kebal hukum, sudah lima bulan dilaporkan ke Polda Metro Jaya, namun hingga kini dia (Gito red…) belum juga ditahan oleh kepolisian.

Proses hukum terhadap oknum Bripka SK dan Sugito tidak transparan, pelapor Abdur Rachman tidak pernah mendapatkan SP2HP, (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan) dari penyidik Polres Jakarta utara terkait status tersangka.

Status tersangka SK dan Gito diketahui dari white board yang dipampang di ruang penyidikan Polres Jakarta Utara, sungguh kinerja Iqbal (penyidik) sangat tidak profesional dan mengangkangi Program Kapolri (Promoter).

“Kenyataan ini sangat membingungkan saya selaku masyarakat, yang saya tahu, Polisi itu Pelindung, Pelayan Dan Pengayom Masyarakat, bukan Pelindung, Pengayom, Pelayan para pelaku kejahatan seperti Sugito dan jaringannya,” katanya geram.

“Masa negara dikalahkan oleh penjahat, maling ayam mati dibakar massa, pelaku penggelapan mobil bebas berkeliaran, berkas terkait keterlibatan oknum SK dan Sugito seharusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, namun hingga kini Polres Jakarta Utara belum juga melimpahkan berkas tersebut.

Hasil pantauan media ini, Sugito yang sempat ditahan bersama Sigit oleh Polres Jakarta Utara kini telah dilepaskan dari tahanan Polres Jakarta Utara.

Menurut Maksudi, Gito bolak balik menemui Abdur Rachman dan dirinya guna membujuk korban untuk berdamai.

Gito dan 8 orang lainnya beramai – ramai membujuk dan sedikit meneror korban agar mencabut laporan polisi.

Selain Gito, Sigit, muncul nama Satrio yang ikut melobi pihak korban untuk mau berdamai dan mencabut laporan Abdur Rachman atas Gito di Polres Jakarta Utara

Adanya lobi – lobi dari Satrio dan Gito ini diduga menunjukkan bahwa mereka adalah jaringan sindikat penggelapan mobil yang sangat terorganisir, hal itu diperkuat dengan munculnya nama Turini di Cirebon sebagai orang yang menerima atau menampung mobil dari SK.

Media ini sedang terus mengusut jaringan sindikat penggelapan mobil rental. Menurut Majid, yang juga merupakan korban Gito dan Sigit, lima unit mobilny disewa SK dan Turini, himgga kini belum kembali, padahal masa sewa sudah lewat dari yang ditentukan.

Publik berharap, Jenderal Polisi M. Tito Karnavian Memanggil Kapolres Jakarta Utara terkait buruknya kinerja penyidik Polres Jakarta Utara yang menangani laporan polisi no: LP 462/K/IV/2017/PMJ/Resju dengan tersangka Sugito dan SK.

Hal ini dinilai perlu mengingat Tito sangat konsen terhadap kinerja Polri yang Profesional, Modern dan terpercaya (Promoter). (tim)

 

Pos terkait