Polres Malra Bongkar Bisnis Gelap, Sita Puluhan Motor Bodong

  • Whatsapp

Oleh Jecko Poetnaroeboen

TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Polres Malra, dibawa kepemimpinan Kapolres, AKBP.Alfaris Pattiwael, dengan naluri yang tajam akhirnya berhasil membongkar bisnis gelap di Pelabuhan Tual dengan menyita puluhan motor bodong, Jumat sore ( 24/4/2020 ).

Polres Malra melalui Personel KP3 Pelabuhan Tual, dibawa kepemimpinan IPDA Frangky Tethool yang baru bertugas beberapa minggu sebagai Komandan KP3 Pelabuhan Tual, akhirnya berhasil mengungkap bisnis gelap penyelundupan motor bodong dengan menyita puluhan kendaraan roda dua di Pelabuhan Tual Jumat (24/4/2020).

Pantauan awak media, puluhan kendaraan bermotor yang masih berada didalam konteiner tersebut langsung disita dan diamankan ke Polres Malra.

“ Jumlah kendaraan bermotor yang kami sita sebanyak 25 buah, saat ini diamankan di Mapolres Malra, sebagai barang bukti dalam proses hukum , “ ucap Tethool.

Tethol menjelaskan, puluhan kendaraan bermotor tanpa dokumen tersebut diangkut dengan kapal barang KM. Tanto Selalu, yang baru tiba di Pelabuhan Tual, Kamis sore ( 23/4/2020 ) dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

” Kendaraan ini di angkut dengan kapal barang KM.Tanto Selalu, dan baru diturunkan dari Kapal Jumat ( 24/4/2020 ), kendaraan ini masih di dalam kontener, namun setelah kami mengikuti instruksi Pa Kapolres dengan secara rutin melaksanakan patroli pemantauan aktifitas di pelabuhan, akhirnya kami mendapat informasi tentang kendaraan itu sehingga kami langsung “sita” jadi barang bukti dan suda diangkut ke Polres Malra ” ujar Tethol.

Anehnya puluhan motor bodong itu hanya berbekal surat ijin jalan kendaraan bermotor R2 dari Polda Jawa Timur, Resort Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Polsek Semampir dengan nomor surat : SIJ/B/98/IV/2020/Sektor yang ditandatangani KA SPKT IPTU.Dwi Adi Winanto, dengan NRP 76100503.

Terpisah informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bisnis gelap itu sudah lama terjadi di pelabuhan Tual.

Dugaan bisnis gelap penyelundupan kendaraan bodong, baik kendaraan roda dua maupun roda empat sudah berlangsung lama di Pelabuhan Tual, bahkan aksi penyelundupan itu, sudah lama diketahui Syahbandar Tual, dan Jajaran Kepolisian Sub sektor KP3 Pelabuhan Tual sebelumnya, namun sangat disayangkan, bisnis gelap yang merugikan Negara tentang pajak kendaraan bermotor itu dibiarkan.

  1. Para penyelundup diduga kuat dalam menjalankan bisnis gelap tersebut “bermain mata” dengan Oknum Pejabat Syahbandar Tual, dan Komandan KP3 sebelumnya.Bahkan beredar kabar penyelundup kendaraan bodong, juga sering memasok “narkoba” dengan modus memasukan narkoba ke dalam ban kendaraan roda dua dan empat yang turun di pelabuhan Tual.

Pos terkait