Polres Metro Jakarta Utara Serahkan Tersangka Pencemaran Nama Baik

Oleh : Aston

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Polres Metro Jakarta Utara serahkan tersangka atas nama Ayu Thalia berikut barang bukti di kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara terkait kasus pencemaran nama baik. Adapun kegiatan terebut merupakan kegiatan tahap ke II dari Polres Metro Jakarta Utara atas perkara Pencemaran nama baik dan atau fitnah sebagaimana dimaksud dalam Kesatu Pasal 311 Ayat (1)  KUHP atau Kedua Pasal 310 Ayat (1) KUHP.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan Siaran Pers Nomor : PR –  013/M.1.11/ 03/2022, Polres Metro Jakarta Utara, menyerahkan tersangka Ayu Thalia yang di damping oleh Penasehat Hukumnya, Pitra Romadoni Nasution SH dan Banua Sanjaya Hasibuan SH, DKK.

Kronologi kejadian berawal pada tanggal 27 Agustus 2021, dimana terdakwa melaporkan saksi Nicholas Sean ke Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara dengan nomor laporan Nomor : LP/B/147/VIII/2021/SPKT/Polsek Metro Penjaringan, terkait tindak pidana penganiayaan yang dilakukan saksi Nicholas Sean terhadap terdakwa. Setelah itu terdakwa memposting di stori Instagram dengan nama akun @thata_anma, dengan menunjukan luka lecet pada bagian lutut kaki sebelah kiri dan luka lecet pada bagian tulang kering kaki sebelah kanan. Selanjutnya dari postingan storie tersebut dan banyak media yang melakukan direct message (DM) menanyakan terkait luka tersebut karena apa. Dan terdakwa menjelaskan bahwa luka tersebut sesuai dengan laporan terdakwa di Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara, hingga akhirnya banyak pemberitaan dari media massa terkait dengan laporan terdakwa di Polsek Metro Penjaringan Jakarta Utara.

Dalam laporan polisi tersebut, terdakwa menjelaskan kronologi singkat kejadian yakni : “Benar pada waktu itu saksi sedang berada di kantor saya di showroom mobil Prastage, yang kemudian pelaku mendatangi saya dan membahas tentang hubungan saya dengan pelaku, kemudian pelaku menyuruh saya ke mobil pelaku dan saya menghampiri pelaku yang kemudian pada saat mengobrol didalam mobil, pelaku sakit hati dan pelaku mengatakan tidak mau bertemu dengan saya lagi, yang kemudian pelaku mendorong saya dari dalam mobil hingga saya terjatuh dan saya terluka, selanjutnya saya berobat ke RS. Atmajaya dan kemudian saya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Metro Penjaringan guna pengusutan  lebih lanjut.”

Namun pernyataan-pernyataan yang terdakwa sampaikan melalui media massa, baik yang disampaikan secara langsung melalui konferensi pers dan melalui talkshow infotaintment adalah tidak benar karena saksi Nocholas Sean tidak pernah melakukan perbuatan penganiayaan seperti yang terdakwa tuduhkan dan terdakwa tidak dapat membuktikannya.

Selanjutnya, laporan terdakwa Nomor : LP/B/147/VIII/2021/SPKT/POLSEK METRO PENJARINGAN, tanggal 27 Agustus 2021 tersebut, telah dihentikan penyelidikannya oleh Polsek Metro Penjaringan berdasarkan Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan Nomor : SK.Lidik/245/XI/RES.1.6/2021/Sek.Penj, tanggal 30 Nopember 2021 yang ditandatangani oleh Kepala Kepolisian Sektor Penjaringan AKBP. Febri Isman Jaya, SH.,S.I.K.,M.I.K., karena tidak ditemukan peristiwa pidana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.