Polri Promoter Kandas di Polres Jakarta Timur

  • Whatsapp
IMG-20170905-WA0013
Iwan dan lurah usai melapor ke Polres Jaktim

JAKARTA, AMUNISINEW.COM- Sesuatu yang di luar kebiasaan atau aturan yang berlaku dalam sejarah penegakkan hukum di negeri ini. Seorang tersangka pemalsuan tanda tangan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun ditangguhkan penahanannya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo, S.IK saat dikonfirmasi melalui Whatsaapnya (25/08/2017) tidak memberikan komentar apapun terkait penangguhan penahanan Ade Aryudi tersangka pemalsuan tanda tangan tersebut.

Bahkan menurut pelapor Iwan Kurniawan, penyidik kebingungan menetapkan pelaku pemalsuan tanda tangan lurah Cakung Timur Sumardiyono pada Akta Jual Beli (AJB) sebidang tanah warisan mendiang ayah Iwan Kurniawan Ismayadi.

“Padahal hasil laboratorium Mabes Polri menyatakan, tanda tangan lurah Cakung Timur Sumardiyono yang ada pada AJB adalah non identik, bahkan, Pengadilan Jakarta Timur sudah mengeluarkan surat sita terkait AJB tersebut sebagai barang bukti,” ungkap Iwan jengkel.

Sementara itu Ketua Gerakan Cinta Indonesia (Gracia) Hisar Sihotang, menanggapi hal tersebut mengatakan, visi Kapolri mewujudkan Polri yang Profesional, modern dan terpecaya (Promoter) terancam kandas.
“Pasalnya kasus penangguhan penahanan tersangka pemalsuan tanda tangan oleh Penyidik Polres Jakarta Timur ini merupakan bukti ketidak profesionalan Penyidik,” ujarnya

Penangguhan penahanan tersangka pemalsuan tanda tangan Lurah Cakung Timur merupakan preseden buruk kinerja Kepolisian, apalagi ini terjadi ditengah – tengah gencarnya gagasan Kapolri mewujudkan Polri Promoter.

Apalagi jika isu penangguhan penahanan dijamin oleh seseorang berpangkat lumayan di Kepolisian benar adanya, semakin rusaklah penegakkan hukum di negeri ini, Polri yang dibayar Rakyat tidak lagi bisa diharapkan bisa melindungi, melayani dan mengayomi rakyat.(ruk).

Pos terkait