Polsek Cilincing Ungkap Kejahatan Peras Supir Angkutan

  • Whatsapp
Jajaran Polsek Cilincing Jakarta Utara mampu mengungkap kejahatan jalanan di wilayahnya. (Gambar : Istimewa)

AMUNISINEWS.COM, Jakarta – Kepolisan Sektor Cilincing Polres Metro Jakarta Utara mampu mengungkap pelaku  tindak kejahatan jalanan berupa kasus pemerasan terhadap supir angkutan dengan modus operandi merampas STNK dan memaksa meminta tebusan terhadap supir yang diminta.

Kapolsek Cilincing Kompol M. Supriyanto, S,Sos, MM yang didampingi Kanit Reskrim Polsek Cilincing AKP Andry Suharto, SH, MH dalam jumpa persnya  menerangkan bahwa kasus Pemerasan ini terjadi pada Kamis (15/09/16), pukul 16.00 WIB dan menerima laporan dari korban pada (29/09/16).

Muat Lebih

“Guna merespon laporan tersebut (terkait tindak pidana pemerasan ini), kami langsung perintahkan jajaran Reserse Polsek Cilincing untuk menyelidiki dan menangkap pelaku tindak kejahatan dengan modus penodongan ini,” ungkap Kapolsek Cilincing Kompol M. Supriyanto kepada awak media Senin, (10/10/16) baru-baru ini di Polsek Cilincing Jl. Sungai Landak No.7 Cilincing Jakarta Utara.

 

KRONOLOGIS

Seperti dituturkan korban bernama Tarkib (48 thn.) warga Kelurahan Tugu Koja Jakarta Utara saat korban mengendarai Mobil Trailer Hino warna Hijau B 9209 FEH melintas di Jl. Raya Cilincing depan PT. Bogasari situasi jalan macet dan tidak bergerak.

“Datanglah tersangka dan naik ke sisi mobil yang saya kendarai  sebelah kiri dan membuka pintu serta  langsung meminta STNK, karena takut, maka saya berikan STNK tersebut, dia mengancam menusuk saya jika STNK tidak diberikan,” tuturnya.

Masih menurut Tarkib, tersangka pelaku ada tiga orang yaitu Wawan Kurniawan , Rasiman dan Ali, mereka  mengancam Tarkib. Karena merasa keselamatannya terancam maka korban menyerahkan STNK truk-nya. Kemudian mengambil STNK dan berpesan agar Pengurus Angkutan Mobil Trailer tersebut mengambil STNK dengan membayar tebusan sebesar seratus lima puluh ribu rupiah, katanya lagi seraya memperjelas keterangannya kepada awak media Rabu (12/10) ini.

Dengan sigap, Kejadian tersebut langsung di tindak lanjuti oleh Polsek Cilincing dan berhasil diungkap dan membekuk 2 orang tersangkanya yaitu Wawan Kurniawan dan Rasiman, sementara Ali masih dalam pengejaran petugas.

Dari kedua tersangka Polisi mampu menyita Barang Bukti 2 lembar STNK mobil Trailer dan 1 buah telepon genggam dan disita Polsek Cilincing guna Proses Hukum lebih lanjut. Dan sampai dengan berita ini diturunkan menurut Edi Tim Tiga reskrim polsek tersebut berkas sudah siap dilimpahkan ke Kejaksaan.

CV TRK Bukan Kumpulan Pelaku Premanisme

Direktur Utama CV. Tanjung Raya Kemilau (TRK) Rasian pada Amunisinews mengatakan, Bahwa tersangka bukanlah karyawan CV. TRK seperti apa yang dikatakan korban.

“Saya tegaskan bahwa  Wawan Kurniawan itu bukanlah karyawan TRK, apalagi jika TRK menyuruh pelaku merampas STNK Supir – Supir seperti yang ia nyatakan,” ujar Rasian di koran Lampu Hijau pada Rabu (12/10/16).

“Saya hanya merampas STNK mobil yang tidak ada logo TRK, karena itu disuruh bos,” kata pelaku Wawan kepada  koran Lampu Hijau baru-baru ini.

Atas pernyataan pelaku di koran tersebut, Rasian tak tinggal diam dan melaporkan tersangka Wawan atas kasus telah mencemarkan nama baik CV. TRK.

“Oleh karena itu pada Rabu (12/10/16) CV. TRK melaporkan Wawan Kurniawan ke Polsek Cilincing dengan tuduhan pencemaran nama baik,” ujar Rasian.

Terkait media (Lampu Hijau) yang tidak lebih dulu menhubungi CV. TRK terkait kebenaran tersangka Wawan yang bukan karyawan CV. TRK amat disayangkan.

Direktur CV. TRK Rasian.
Dirut  CV. TRK Rasian di Kantornya.

“Saya amat menyayangkan terhadap wartawan yang menulis di Koran Lampu Hijau itu, tidak mengkonfirmasi kembali kebenaran yang dilontarkan pelaku kejahatan dengan pihak kami (CV. TRK), dan pihak TRK dengan jelas mengatakan tidak mungkin melakukan hal-hal seperti itu.” tegas Rasian.

“Kami hanya ingin buktikan kepada hal layak luas dan Kepolisian, bahwa CV. TRK bukanlah sekumpulan preman, CV. TRK ini jelas adalah sebuah CV yang berbadan hukum dengan bidang usaha jasa dan perdagangan,” jelas Rasian.

 

Oleh : Samsuri

Editor : Ryan S.

Pos terkait