PPK Jangan ‘Bermain’ Denda Kepada Kontraktor yang Molor Kerjakan Proyek

  • Whatsapp

 

IMG-20170122-WA0021
Jembatan Sigambir

SUNGAILIAT BABEL, AMUNISINEWS.COM—Molornya pembangunan proyek Jembatan Sigambir Kelurahan Sinarjaya Sungailiat dari jadwal kontrak yang sudah disepakati membuat LSM Gebrak Babel mengingatkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hendra ST untuk jangan coba coba ‘ bermain’ dalam penerapan denda kepada kontraktor pelaksana PT Sekawan Maju Bersama (SMB) yang sudah molor mengerjakan proyek jembatan Sigambir yang dibangun menggunakan dana APBN TA 2016 tersebut.

“Saya ingatkan kepada PPK proyek jembatan Sigambir Hendra ST untuk jangan coba coba ‘bermain’ dalam penerapan denda yang diterapkan kepada PT SMB atas keterlambatannya mengerjakan proyek jembatan Sigambir itu. Kita minta kepada PPK untuk menerapkan aturan Perpres NOMOR 70 Tahun 2012, supaya ada efek jera terhadap kontraktor yang molor,” kata Herman kepada amunisinews pada Minggu (22/1/2017) di Warung Kopi Liat Khong Sungailiat.

Kontrak pelaksanaan  Penggantian Jembatan Sigambir sudah berahir pada 26 Desember 2016, sesuai Perpres NOMOR 70 Tahun 2012, selain denda perhari, kontraktor wajib diblacklist,

“Peraturan denda keterlambatan proyek tersebut telah direvisi menjadi Pasal 120 Perpres 70 tahun 2012, tentang sanksi keterlambatan,” katanya.

Selainperbuatan atau tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1), Penyedia Barang/Jasa yang terlambat menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu sebagaimana ditetapkan dalam Kontrak karena kesalahan Penyedia Barang/Jasa, dikenakan denda  keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai Kontrak atau nilai  bagian Kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

Contoh perhitungan denda keterlambatan proyek. Misalnya kita punya kontrak untuk menyelesaikan pembangunan gedung selama satu tahun, nilai kontraknya adalah Rp.10 Milyar, karena berbagai hal maka mengalami keterlambatan selama 1,5 bulan. berapa total denda yang harus dibayar? mari kita hitung bersama.

Denda perhari = 1/1000 x 10 Milyar = Rp.10.000.000,-(sepuluh juta rupiah).

Terlambat selama 1,5 bulan atau sama dengan 45 hari.

Total denda yang harus dibayar = 45 hari x Rp.10juta = Rp.450.000.000.

Perpanjangan Kontrak memiliki 2 pengertian, apakah Perpanjangan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan atau Perpanjangan Masa Kontrak. Hal ini amat penting karena keduanya amat berbeda.

Berdasarkan ketentuan dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak (SSUK), jadwal pelaksanaan pekerjaan dapatdiperpanjang oleh PPK atas pertimbangan yang layak dan wajar untuk hal-hal: pekerjaan tambah;perubahan desain;keterlambatan yang disebabkan oleh PPK;masalah yang timbul diluar kendali penyedia; dan/atau keadaan sekitar.

“Apabila jadwal pelaksanaan pekerjaan diperpanjang atau masa pelaksanaan pekerjaan diperpanjang, maka perlu dilakukan adendum kontrak. Yang diadendum minimal 2 hal, yaitu Masa Pelaksanaan Pekerjaan dan Masa Kontrak,” terang herman lagi.

Pada berita amunisinews beberapa hari yang lalu telah diberitakan realisasi pekerjaan proyek Jembatan Sigambir masih belum selesai dan masih banyak item item pekerjaan yang belum dikerjakan seperti finishing, pengaspalan jalan dan lain lain. Dan berdasarkan pantauan amunisinews pada Minggu (22/1/2017) pukul 17.00 wib beberapa pekerja masih terlihat bekerja untuk menyelesaikan proyek tersebut. Dan terlihat pekerja masih mengecor untuk jalan pas disisi jembatan dan aktifitas pengurugan masih berlangsung.

Dana pembangunan Jembatan Sigambir itu dibangun dengan dana APBN TA 2016 melalui Pelaksana Jalan Nasional (PJN) dengan nilai kontrak Rp.9.642.876.450.00 pelaksananya adalah PT SMB di Palembang Sumsel NOMOR Kontrak, KU.08.08.K.498593/03/237 masa pelaksaan selama 120 hari kerja.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Hendra ST saat dihubungi amunisinews via pesan singkat pada Kamis (12/1/2017) pukul 11.55 Wib tempohari mengatakan kontraktor masih punya hak untuk mengerjakannya selama 50 hari sejak kontrak berakhir.

“Kontraktor punya hak 50 hari menyelesaikan pekerjaan setelah kontrak berahir, mereka akan dikenakan denda keterlambatan,” tulis Hendra (Kamis) yang lalu.

Tetapi Hendra tidak menyebutkan besarnya denda dan kalau masih belum selesai juga apakah perusahaaan pelaksana akan diblacklist.( robi)

Pos terkait