Proyek Jalan Sandai Seduruhan Diduga Rugikan Negara

Oleh : Roesliyani

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Alek, salahsatu warga Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, merasa kurang puas atas proyek pembuatan jalan aspal Sandai Seduruhan. Dia menemukan beberapa titik jalan aspal yang tidak maksimal pengerjaannya. Baik dari pengerasan maupun dari ketebalan dan juga kepadatan aspal yang terpasang. (Jum’at 4/2/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Alek yang dulunya sebagai pembuat aspal, “biasanya aspal yang masih dalam pengerjaan tidak pernah sampai retak begitu dan saya menduga pasti kurang pengawasan dari pihak kontraktornya dan pekerja mengambil langkah cepat untuk mencari aman saja,” terang alek.

Menurut Alek, saat ditemui team Amunisinews di desa Petai Patah menambahkan, “ini bukan proyek main-main, ini pembangunan mega proyek dimana peningkatan kapasitas struktur jalan nilai kontraknya tiga puluh milyar lima ratus juta seratus dua belas ribu rupiah (33.510.112.000) seharusnya PT. Zulmar Alzahra Pratama KSO dan PT. Nando Garda Putra, selaku pelaksana proyek, harus betul betul memperhatikan kegiatan  di semua item yang dikerjakan, agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Terutama kepuasan masyarakat pengguna jalan lintas Sandai  Senduruhan. Dan dengan dana DAK (Dana Alokasi Khusus) regular Kabupaten Ketapang, sebesar nilai kontrak itu, bisa di bangun jalan sepanjang sepuluh kilometer berikut drainase, harusnya bisa lebih kuat dan mantap,” tutup Alek.

Sementara salah satu warga Dusun Sengkuang, Desa Benua Kerio yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan pada awak media, “kalau parkir motor di tepi jalan depan warung biasa tumbang/terjatuh, akibat aspalnya lembut alias kurang padat. Sebenarnya kami sangat bersyukur ada pembangunan jalan aspal di desa kami, tapi bangunlah sesusai standar yang di sepakati dalam kontrak, janganlah membangun jalan dengan biaya besar, tapi hanya tahan beberapa bulan lalu bolong lagi,” pungkas warga.

Terkait adanya keretakan aspal di beberapa titik di desa Petai Patah dan Desa Demit, Aji selaku pengawas kontraktor proyek, saat ditemui team Amunisinews di campnya di Desa Randau Jungkal, berjanji akan membongkar dan memperbaikinya.

Kemudian berkenaan tentang panjang aspal yang di bangun Aji menjelaskan, “benar, panjang aspal sepuluh kilometer, lebar lima meter dan tebal aspal pres enam centimeter,” terang Aji.

Aji juga menambahkan, “memang yang di bangun di Desa Petai Patah empat kilometer, dengan drainase juga beton bibir aspal. Untuk desa Demit dan dusun Sengkuang Desa Benua Kerio Kecamatan Hulu Sungai, dibangun aspal masing-masing tiga kilometer namun tidak ada drainase dan tidak ada beton bibir aspal. Sekarang pekerjaan utama sudah selesai, kita tinggal finishing, merapikan drainase dan memperbaiki yang nampak kurang baik, juga masa pemeliharaan kita sampai batas akhir nanti,” tutup Aji.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.