Proyek P3A Di Kab. Takalar Terbuahi Sorotan Public

  • Whatsapp

Oleh: Hamzar Siriwa

TAKALAR,  AMUNISINEWS.CO.ID  – Terkait pengerjaan proyek pembangunan P3A di Kab. Takalar SulSel, kini marak terbuahi sorotan public, lantaran dinilai terkesan dikerjakan asal jadi, sehingga pelaksana diduga lebih mengutamakan keuntungan pribadi ketimbang kwalitas pekerjaan, demi keutamaan orang banyak.

Hal itu dapat tergambarkan, seiring dengan hasil pantauan Media ini pada titik kegiatan di 10 kecamatan Se-Kabupaten Takalar, dengan total anggaran meliaran rupiah pada pembangunan rehabilitasi peningkatan irigasi, dengan sumber Dana dari APBN.

Dalam pengerjaan proyek tersebut, telah ditemukan hasil pekerjaan masing masing pelaksana P3K, nyaris tidak punya galian pondasi di sepanjang pekerjaan sehingga material yang digunakan dinilai sangat minim.

Selain itu, Sumber menyebutkan, bahwa rincian biaya tukang  dalam satu kegiatan yang di tangani masing pelaksana P3K di Kab.Takalar hanya sebesar 21.000.000, Batu gunung sebanyak 40 mobil truk 6 roda dengan harga Satuan permobil 600.000X40=21.000.000

Pasir 10 mobil truk 6 roda dengan harga satauan per satu mobil 800.000X10=8.000.000

Semen merek Busowa 200 zat berat 40 kg dengan harga per zat 50.000X200=10.000.000 berikut PPH 23 sebesar 1,5%dan PPN sebesar 11% biaya pajak 20.000.000, bila ditotal anggaran pembelian bahan material ditambah pajak PPH dan PPN seperti yang dipaparkan di atas hanya sebesar, 79.000.000 saja.

Sementara Diketahui, bahwa anggaran Proyek tersebut dalam per titik kegiatan sebesar 195.000.000 kelebihan anggaran dalam satu kegiatan sebesar 115.000.000 juta diduga diraib oleh Pelaksana Proyek P3A tersebut, tanpa peduli kwalitas pekerjaan dimaksud ucap sumber.

Mengacu pada hasil pekerjaan yang dinilai terkesan asal asalan, maka total kelebihan keseluruhan bisa mencapai Miliaran Rupiah, dari sebanyak 63 titik kegiatan P3A se-kabupaten Takalar yang dinikmati oleh masing masing Pelaksana.

Selain itu pekerjaan tersebut di borongkan oleh tukang pekerkarja padahal diaturan tidak boleh diborongkan karena pekerjaan tersebut sipatnya swakelola.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *