Proyek Pembangunan Percontohan Ruang Terbuka Publik Terbengkalai

  • Whatsapp

IMG-20170722-WA0007

SUNGAILIAT,AMUNISINEWS.COM–Proyek pembangunan percontohan ruang terbuka publik yang berada di sekitar Kolong Apat dalam hutan kota Sungailiat saat ini terlihat terbengkalai atau tidak ada kegiatan pekerjaan sama sekali sejak papan plang proyek dipasang.
Hal tersebut terpantau, Jum’at (21/7/2017) beberapa bahan material seperti Batu Belah, Batu Alam dan Pasir menumpuk dibiarkan menumpuk disekitaran lokasi pekerjaan.
Sedangkan progres pekerjaan yang baru terselesaikan diperkirakan sekitar lebih kurang 20 persen. Itupun terlihat asal asalan. Seperti halnya pekerjaan jalan setapak dan beberapa item pekerjaan lainnya.

Salah satu warga yang ditemui di lokasi menyebutkan kalau pekerjaan proyek pembangunan ruang publik itu sudah lama tidak dilaksanakan.

“Dulu memang ada beberapa pekerja¬† proyek ini namun dua minggu sebelum lebaran sudah tidak terlihat lagi di lokasi sampai saat ini,” kata warga tersebut yang mengaku setiap hari jogging melewati kolong Apat, Jum’at (21/7/2017).

IMG-20170722-WA0006

Proyek pembangunan ruang publik di kolong Apat Sungailiat ini, dari papan plang proyek diketahui dilaksanakan oleh kementerian PU dan Perumahan melalui Dirjen Cipta Karya yang pelaksanaannya ditangani langsung oleh satker Penataan Pembangunan dan Lingkungan Provinsi Bangka Belitung dengan pagu dana hampir Rp.500 juta yang dikerjakan oleh CV.Royal Cakradaya Perkasa.

Kabarnya, pembangunan percontohan pembangunan ruang terbuka publik ini dalam rangka untuk melaksanakan program dari pada nawa cita bapak Presiden 2015-2019 yang tertuang didalam RPJM untuk mendukung gerakan revolusi mental.
Program pembangunan percontohan ruang publik ini digulirkan untuk 1200 kecamatan se-Indonesia yang desainnya dimulai tahun 2016. Pelaksanaan pembangunan fiisiknya pada tahun 2017 baru dijadikan 6 model percontohan di enam kecamatan se-Indonesia salah satunya di kabupaten Bangka yang anggarannya bersumber dari APBN.

Terkait hal ini, salah satu tim relawan pemantau penggunaan anggaran yang bersumber dari uang rakyat, Bambang Susilo sangat menyayangkan kondisi proyek pembangunan ruang terbuka publik yang terkesan terbengkalai.

“Kita sangat menyayangkan proyek ini dibiarkan terbengkalai. Kita akan telusuri terkait proyek ini. Apakah pihak kontraktor akan meneruskan pekerjaannya atau kah diblack list oleh pihak pelaksana lalu sudah berapa besar dana yang dibayarkan kepada pihak kontraktor. Karena kalau melihat progres pekerjaan, ini baru sekitar 20 persen saja yang dikerjakan padahal waktu pelaksanaan tinggal dua bulan lagi,” beber Bambang.

Dia menambahkan, proyek pembangunan percontohan ruang publik di kolong Apat ini terkesan pengerjaannya asal asalan, sepertinya tidak sesuai perencanaan.

“Kita juga melihat hasil pekerjaan kok seperti ini, terkesan asal asalan. Sepertinya kurang pengawasan dari pihak terkait,” imbuhnya.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, wartawan media ini masih dalam upaya konfirmasi ke pihak pihak terkait..(rmli/robi)

Pos terkait