PSU Pilkada Kalsel Potensial Menangkan Denny-Difri

  • Whatsapp

Oleh Dra

JAKARTA, AMUNISiNEWS.CO.ID+ikaka pemilihan suara ulang (PSU) Pilkada Propinsi Kalimantan Selatan yang akan digelar pada 9 Juni mendatang di 827 TPS berlangsung normal, tanpa ada kecurangan dan pelanggaran lagi, pasangan Denny Indrayana-Difriadi sangat potensial memenangkan kontestasi politik lima tahunan tersebut.

Demikian disampaikan peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto Izul Fatah kepada pers di Jakarta, Kamis (8/4). “Potensi kemenangan Denny-Difri itu tentu dengan catatan, jika pasangan nomor urut 2 ini mampu melakukan constrasing image figure, misalnya, Bersih versus Curang,” katanya.

Menurut Toto yang juga Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA ini, sejalan dengan makin massifnya pengetahuan publik tentang akan adanya PSU, tepatnya di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin dan Kota Banjarmasin, akan muncul persepsi publik yang wajar bahwa pemilihan sebelumnya telah terjadi kecurangan.

“Jika persepsi itu muncul dan massif, maka yang akan dirugikan adalah incumbent Sahbirin-Muhidin sebagai pasangan incumbent yang didugat Denny-Difri. Apalagi, sebagian gugatan itu ternyata dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menguatkan adanya pelanggaran dan diperintahkan pemilihan suara ulang,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Toto, kemenangan pasangan Sahbirin-Muhidin versi rekapitulasi KPU dibatalkan sejalan dengan dikabulkannya gugatan tersebut. “Yang pasti, putusan MK ini memberi efek elektoral buruk kepada pasangan Sahbirin-Muhidin, karena publik akan menilai adanya kecurangan,” tandasnya.

Toto menambahkan, dalam kontek hanya dua pasangan calon, saat terjadi persepsi buruk kepada salah satu pasangan, maka yang potensial menimba berkah adalah pasangan yang satunya, yakni Denny-Difri. Apalagi, dalam kontek tingginya keinginan publik terhadap perubahan. Terutama, buat incumbent yang tingkat kepuasan publik terhadap kinerjanya rendah, misalnya 50% atau dibawahnya yang masuk dalam kategori lampu kuning.
Untuk itulah, jelas Toto, yang akan paling direpotkan oleh PSU ini adalah pasangan incumbent, Sahbirin-Muhidin. Selain memiliki beban psikologis untuk mempertahankan posisinya agar terpilih kembali, juga karna tuntutan kerja ekstra dalam meyakinkan publik soal citra kecurangan itu.

“Sepertinya, tidak mudah buat Sahbirin-Muhidin untuk terpilih kembali karena image curang yang dilengketkan kepadanya sejalan dengan putusan MK itu. Apalagi, dalam kontek KPU yang tak membolehkan adanya kampanye sampai PSU digelar. Mungkin, hanya program-program ‘abnormal’ yang bisa memenangkan pasangan incumbent ini,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *