PT. Nur Cahaya Utama Diduga “Gelapkan” Dana Umroh

  • Whatsapp
bos nur cahaya
H Ajudin

BEKASI, AMUNISINEWS.COM-Diperkirakan ratusan calon Jama’ah umroh merasa ditipu oleh PT. Nurcahaya Utama yang beralamat di Jl. Jati Bening Raya No: 17 F Samping Bank BCA Pondok Gede Bekasi Jawa Barat.

Modus penipuan yang diduga dilakukan oleh Dirut PT. Nurcahaya Utama adalah menyebar informasi promosi umroh melalui brosur dan para ustadz (guru agama). Promosi ini dilakukan pada tahun 2014-2015, promosinya memang sangat menggiurkan, bagaimana tidak, dalam brosur promosi yang disebar PT. Nurcahaya Utama tertera biaya umroh yang sangat murah yaitu Rp: 12 juta perorang.

Tentu saja ini sangat menggiurkan dan banyak diminati oleh jamaah, apalagi yang mempromosikan seorang ustadz.

Sebut saja Ustadz H, Ustadz H adalah bagian dari orang yang terkena bujuk rayu PT. Nurcahaya Utama untuk mempromosikan umroh murah. H. Ajudin, membujuk Ustadz H mengajak para jamaahnya untuk ikut program Umroh murah tersebut, bahkan Ustadz H dijanjikan diberi sejumlah honor dan diumrohkan jika berhasil merekrut jamaah sebanyak – banyaknya pergi ke tanah suci melalui PT. Nur Cahaya Utama milik Ajudin.

Diniatkan ibadah, Ustadz H merekrut puluhan jamaah yang berminat melaksanakan Umroh melalui PT. Nurcahaya Utama dengan biaya Rp 12 juta perorang dengan cara menabung di PT Nurcahaya Utama.

Maka sejak awal Januari 2014 hingga akhir tahun 2015 Ustadz H mengumpulkan atau mengambil uang tabungan calon jamaah umroh di rumah mereka masing – masing untuk kemudian distorkan kepada Ajudin selaku Direktur PT. Nurcahaya Utama saat itu, tentu saja hal itu dilakukan atas perintah Ajudin.

Ini disampaikan kepada awak media dirumahnya Kamis (19/01/17),”Saya ditunjuk oleh Ajudin untuk menjadi koordinator umroh, marketing bahkan pernah ditunjuk sebagai Direktur di Perusahaan Ajudin (Pt. Nurcahaya Utama), hal ini ternyata hanya untuk membangun kepercayaan calon umroh dan menjerumuskan saya kepada permainan mafia, hal ini saya sadari setelah adanya jamaah saya yang tidak diberangkatkan umroh walau sudah lunas, dari 34 orang jamaah hanya 20 orang yang diberangkatkan,” ungkap Ustadz H.

“Dan setiap kali saya dan jamaah datang ke kantornya di bilangan Jati Bening, Ajudin selalu berkilah, tidak ada urusan dengan jamaah, silakan jamaah berurusan dengan Ustadz H,” tegas Ajudin seperti ditirukan Ustadz H.

Akibat Ajudin pemilik PT. Nurcahaya Utama tidak bertanggung jawab kepada jamaah yang dikutip tabungan untuk umroh, kini nasib Ustadz H bagai telor diujung tanduk, hampir  setiap hari rumahnya didatangi jamaah guna meminta uangnya kembali, bahkan tak segan segan dari mereka mengancam Ustadz H.

“Saya akan laporkan Ustadz ke polisi, saya akan culik ustadz, saya hidup dibayang bayangi intimidasi dari jamaah, tapi saya pasrah kepada Allah, karena hanya Allah yang tahu siapa yang bersalah, saya hanya berdo’a semoga Ajudin dibukakan pintu hatinya dan mau bertanggung jawab atas uang setoran umroh dari jamaah jamaah saya,” pungkas Ustadz H.

“Saya tidak menggelapkan uang jamaah, bukti kwitansi penyetoran uang umroh jamaah pun saya ada, Rp 407 juta uang yang saya setorkan kepada PT. Nur Cahaya Utama yang diterima oleh Ajudin, memang sudah ada beberapa jamaah yang diberangkatkan, namun masih ada 10 orang jamaah yang tidak diberangkatkan hingga saat ini, kan tentunya mereka (yang tidak diberangkatkan red…) mengejar ngejar saya dan menuntut diumrohkan, sedangkan Ajudin terus menghindar, saat ini kantor pun sudah tutup,” sambung Ustdz H

Sementara itu, Ajudin, Bos PT. Nur Cahaya Utama dikabarkan melarikan diri, sudah berkali – kali Kantor travel di bilangan Jati Bening didatangi, namun selalu tertutup (tidak buka dan tidak ada aktifitas), pemerintah dalam hal ini Kemenag RI harus segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna mengusut kasus ini.

Jangan sampai korban penipuan tabungan umroh bertambah banyak.

Pos terkait