PT SSM Jadikan Sorotan Tajam Masyarakat Kabupaten Ketapang-Kalbar

Oleh, Tim

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID.- Tim Amunisinews.co.id lakukan investigasi di lapangan pada tanggal (04/02/2021) temui pimpinan PT.SSM (Serinding Sumber Makmur) menindak lanjuti dari yang sudah diberitakan di media massa, adanya bantahan dari pihak manajemen bahwa berita itu tidak benar dan berita opini, tuturnya.

Amunisinews.co.id meminta kepada tim LH Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat yang turun langsung ke lapangan lokasi pertambangan emas yang telah mengambil sempel untuk diuji coba di laboratorium, harus betul-betul bekerja, maupun kepada instansi terkait agara konsekuen dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Catur selaku dari pihak manajemen perusahaan, yang belum sempat menjawab pertanyaan dari tim media tiba-tiba diminta segera turun ke lapangan, dan kembali pertanyaan yang belum selesai dijawab posisi Catur dilanjutkan oleh Toni, namun dengan dalih pihak manajemen sering kali melemparkan pertanyaan ke yang lain, dan Toni tidak bisa menjawab penuh serta tidak bisa mengambil langkah kebijakan untuk menjawab terlalu jauh, sebab yang lebih mengerti dan paham mengenai hal itu dari pihak pabrik yang mengerti, katanya.

Pada saat Tim media Amunisinews.co.id ingin turun ke lapangan, Toni memberikan petunjuk dan arahan dan lanjut mengatakan silahkan kroscek ke lapangan dengan kendaraan yang sudah disediakan, namun Hendra Anwar selaku manager Pimpinan Pt.Srinding Sumber Makmur, yang baru saja masuk ruangan, mengatakan dikarenakan banyak tamu yang hadir hari ini dan keterbatasan kendaraan serta dengan dalih pihak manajemen menerangkan keadaan jalan yang licin serta jarak lokasi sekitar 7 kilo meter dari kantor Pt.Ssm, maka tim media tidak melanjutkan, beserta dengan alasannya dari pihak perusahaan?
“Berdasarkan keterangan Toni mengatakan awal produksi Prusahaan ini masih terbilang baru saja dimulai, namun keberadaan Perusahaan ini mulanya pada tahun berapa saya tidak tau pasti, sebab saya baru saja bergabung pada bulan Agustus 2020 lalu.”

Toni merasa kurang paham saat dikejar dengan pertanyaan dari tim media Amunisinews.co.id mengenai apa yang terjadi dan perijinan berapa luas wilayah areal perusahaan Pt.SSM (Serinding Sumber Makmur).

Diselang beberapa waktu Pimpinan manajemen perusahaan Pt.SSM masuk, berikut penjelasannya.
“Perusahaan ini kita ambil dari Pt.Harita pada tahun 2015, dan pemilik perusahaan Pt.Serinding Sumber Makmur yaitu, Yasir Ansyari, jika ada dari kekurang puasan dari jawaban saya maka silahkan temui Yasir selaku pemilik perusahaan ini, serta hal tersebut sudah disampaikan Yasir Ansyari ke kami selaku pihak manajemen perusahaan”, terangnya Hendra Anwar kepada Amunisinews.co.id.
“Perusahaan ini mulai berkontruksi pada awal November 2019, serta saya sendirilah yang melakukannya, jika Perusahaan Pt.Ssm disalahkan atas pemberitaan tuduhan yang tidak menyenangkan, saya selaku Pimpinan perusahaan merasa terzolimi dan akan menuntut balik atas pencemaran nama baik pihak perusahaan”.

Untuk pengembangan pemeriksaan serta pemberitaan, sampai hari ini pihak kami selalu didatangi oleh LSM dan Wartawan dari mana-mana, dan kami merasa trus dipojokan, namun dengan apa yang tlah terjadi semua akan ada imbal baliknya, dikarenakan kita tidak melakukan apapun sedangkan kita dituduh, sebab Perusahaan kita belum ada menghasilkan limbah apapun, ujarnya kepada Amunisinews.co.id.
“Seperti yang dikatakan beberapa elemen masyarakat Desa Muara jekak kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (06/04/2021), dari ratusan ikan yang mati di kuala Sei Bentang, adanya dugaan oleh tercemarnya limbah akibat adanya pipa saluran yang bocor dan mengalir ke aliran sungai yang kecil.”

Jebolnya saluran limbah sehingga mencemari lingkungan, dikatakan dari kepala desa Muara Jekak bisa saja ikan yang mati disebabkan diracun atau ditubak oleh masyarakat namun anehnya kenapa bisa terjadi ribuan ekor ikan yang mati?

Di selang pembicaraan, pertanyaan serta penjelasan dari Toni, Hendra Anwar manager pimpinan Perusahaan PT.SSM masuk menjelaskan dengan detail dengan pertanyaan baik suatu yang terjadi, berikut keterangannya.
“Perusahaan ini kita ambil tek over dari Pt.Harita pada tahun 2015, dan perusahaan ini dimiliki oleh Yasir Ansyari, serta jika ada kekurangan puasan agar pemberitaan lebih berimbang silahkan temui Yasir Ansyari selaku pemilik perusahaan, dalam hal inipun sudah disampaikan Yasir kepada pihak manajemen Perusahaan.”
“Dari pengembangan pemberitaan hingga sampai hari ini pihak kami selalu didatangi wartawan dari mana-mana dan kamipun merasa dipojokan, serta silahkan jelasnya, akan tetapi semuanya akan ada timbal balik, dan saya selaku pimpinan Pt.Ssm merasa terzolimi dan akan menuntut balik atas pencemaran nama baik.”
“Atas tuduhan tidak menyenangkan, kami selaku manajemen perusahaan merasa sangat terzolimi, sebab kita tidak melakukan apapun sementara kita dituduh, karena perusahaan kita belum ada menghasilkan limbah apapun, perusahaan ini kita kontruksi pada awal November 2019 serta saya sendiri yang melakukannya, pungkas nya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.