PWI Kota Tual dan Kab.Malra Serahkan Laporan Dugaan Tipikor CV.NBP Ke Kejari Tual

  • Whatsapp

Oleh, Jecko Poetnaroeboen

TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Insan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) hari ini resmi menyerahkan laporan dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Broncapthering Desa/Ohoi Ur kepada Kejaksaan Negeri Tual.

Penyerahan laporan dimaksud sebagai tindak lanjut dari temuan mandeknya proyek air bersih di Desa/Ohoi Ur Atas dan Ur Bawah Kecamatan Kei Besar Utara Timur Kabupaten Maluku Tenggara ketika melakukan investigasi pada tanggal 8-10 Maret 2021. Hal ini dikatakan oleh A.Buce Rahakbauw kepada media Amunisinews, Kamis (29/4/2021) pukul 10:30 WIT.

A.Buce Rahakbauw (Obama) selaku salahsatu Insan Organisasi PWI Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara saat menyerahkan laporan tersebut kepada Kasie Intel Kajari Tual mengatakan bahwa dirinya tidak main-main dengan laporan tersebut sebab banyak kali dinilai merugikan publik.

“Jangan pikir saya main-main dengan laporan ini. Ini fakta yang katong temukan di lapangan karna nilainya Milyaran rupiah.” tutur Obama.

Untuk itu, Rahakbauw sangat sesalkan dan merasa prihatin terhadap kondisi masyarakat setempat yang sampai detik ini belum mendapatkan pelayanan air besih secara maksimal. “Masa proyek yang nilainya Milyaran rupiah bahkan sudah dicairkan 100% tapi sungguh anehnya setetes air tidak mengalir dari pipa ke bak penampung. Akhirnya bak penampung dijadikan sebagai pot bunga dan pipa saluran air dijadikan sebagai besi tua sampai sekarang.” sesalnya.

Maka dari itu, Rahakbauw mengakui banyak sekali laporan-laporan tersebut salah di tafsir oleh publik sebab kesannya adanya permainan 86 yang merugikan masyarakat banyak bahkan justru sebaliknya menjerat dirinya. “Kita harus main terang-terangan supaya publik tahu kalo kita benar-benar melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagai jurnalis.” bebernya.

Menurut Rahakbauw, segala ketentuan pidana telah diatur dalam undang-undang Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 dan undang-undang No 20 Tahun 2021 Tentang Tindak Pidana Korupsi sehingga selaku fungsi kontrol media tentunya kita harus tetap kedepankan temuan dimaksud.

Lebihlanjut, Putra berdarah Ohoirenan ini berharap agar pihak penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan tidak tebang pilih kasih dalam menegakan hukum di Kepulauan Kei karna korupsi adalah musuh kita bersama. “Kami insan PWI akan tetap mendukung penuh setiap tindakan Kepolisian dan Kejaksaan Tual guna mengungkap serta menangkap para koruptor di kedua daerah ini.” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tual Dicky Darmawan sangat menyambut baik laporan yang diajukan. Darmawan mengatakan bahwa laporan tersebut akan segera usut Kejaksaan Tual dengan seadil-adilnya dan tuntas pada waktunya.

Meresponi penyampaian Kejari, Kasi Intel Kajari Tual mengatakan bahwa laporan yang diajukan dengan nomor seri 508 ini akan didesposisi telebih dahulu guna mengetahui dan memperdalam laporan dimaksud.

Menurutnya paling lambat 1 minggu hasil identifikasi laporan tersebut akan keluar dan disampaikan hasilnya. “Kami akan pelajari dulu laporannya kemudian kami akan desposisi kepada pak Kejari selaku atasan kami untuk kemudian melihat isi laporannya setelah itu akan kami sampaikan hasilnya. Minimal paling lambat 1 minggu akan kita sampaikan hasilnya.” terangnya.

Perlu diketahui bahwa pelaksanaan pembangunan Broncapthering ini dengan kapasitas 0.61 L/dtk di Ohoi Ur atas dan Ohoi Ur Bawah dengan nilai paket Rp. 1.441.316.000 (Satu milyar empat ratus empat puluh satu juta tiga ratus enam belas ribu rupiah) oleh Cv. Navara Bangun Persada dibawah kontraktor Direktur M.Rizal Analessy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *