Revitalisasi Situ Ciijah Proyek Multi Masalah

  • Whatsapp

p9120052BANDUNG, AMUNISINEWS.COM –  Menyikapi pelaksanaan proyek Ciijah yang jauh dari menimbulkan kebisingan kota ternyata menyimpan masalah tersendiri yang tidak terpikirkan sebelumnya. Revitalisasi proyek Ciijah untuk tahun anggaran 2016 pagu senilai Rp.2.700.000.000 dan nilai yang tertera pada HPS Rp.2.528.891.000 dan harga penawaran dimenangkan Hydro Techno Utama, PT yang beralamat Jl. Delima No. 30 RT.01 RW.10 Lemah mekar Indramayu Propinsi Jawa Barat.

Bagi pemenang tender proyek Ciijah akan menghadapi tingkat yang kompleks akibat susahnya transportasi untuk mengangkat material pada lokasi proyek, untuk pengangkutan semen, pasir, batu dan bahan material yang berhubungan dengan kebutuhan proyek.

Ketika tim media Amunisi melakukan investigasi lapangan ternyata perbedaan pekerjaan yang dilakukan dengan spek yang sudah ditentukan sangat memprihatinkan, campuran batu dengan pasir dan semen tidak sesuai dengan kwalitas batu hanya dikumpul masyarakat petani dilokasi proyek. Rumitnya transportasi dalam mengangkut material ternyata disiasati pengusaha dengan menggunakan tenaga padat karya disekitar proyek tersebut.

Tim Amunisi melakukan potret di sekitar proyek sebagai bahan untuk dilakukan kajian, analisa evaluasi proyek tentang campuran yang terjadi dilapangan dengan petunjuk teknis proyek revitalisasi Situ Ciijah.

Ketika tim Amunisi membuat surat konfirmasi kepada P2K Ir. Meizar beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain pompa air dan stempet 1.000-1.200 kg yang tidak dihadirkan dalam lokasi dan pasir yang dicampur dengan tanah liat begitu juga yang terjadi dengan galian disekitarnya yang tidak mempunyai ijin galian C seperti yang termuat dalam PP 23 tahun 2010 tentang Tata cara laksana pemberian ijin galian dan juga Peraturan Menteri ESDM no. 28 tahun 2009 tentang pedoman teknik penambangan bahan galian golongan C daerah rawan bencana.

Jawaban yang diberikan Meizar adalah kunjungan dengan Kepala Balai PSDA Wilayah Sungai Citarum Ir. Azhari Dwikora kelapangan tentang perintah pelaksanaan untuk membongkar pasangan yang tidak sesuai dengan metode yang diisaratkan. Jawaban yang diberikan Meizar sifatnya retorika tentang pembongkaran yang disebut dalam surat jawaban.

Perbandingan harga HPS dan harga penawaran yang dilakukan perusahaan sangat jauh berbeda. Perbedaan yang terjadi dapat dijadikan acuan tentang kwalitas proyek yang akan muncul akhir pekerjaan proyek, apakah nanti menjadi proyek asal jadi atau proyek sesuai dengan metode yang sudah ditentukan.

Penanganan proyek yang dilakukan Balai PSDA WS dari tahun ke tahun selalu menghadapi permasalahan sesuai dengan tingkah laku alam dimana proyek itu berada dan hal seperti ini susah diatasi oleh Balai PSDA

Kepala Balai PSDA WS  Ir. Azhari sepertinya masa bodoh tentang kejadian permasalahan proyek hal ini dapat terlihat ketika rekan-rekan wartawan melakukan konfirmasi selalu menghindar dari kejaran wartawan. (Tim)

 

 

 

 

Pos terkait