Rombongan Kemendikbud Disambut Prosesi Adat dan Tarian Tradisional

  • Whatsapp

IMG-20170605-WA0013

LANGGUR, AMUNISINEWS.COM – Rombongan Kementrian dan Kebudayaan (Kemendikbud), setibahnya di bandara Dumatubun Langgur pukul 14:00 wit dengan mengunkan pesawat Garuda Air Lion, mendapat sambutan Langgur dari Wakil Bupati Maluku Tenggara Drs. Yunus Serang. Msi melalui prosesi adat dan tarian tradisional Kepulawan Kei.

Penyambutan tersebut melibatkan unsur TNI-Polri, pimpinan Sat Pol PP kabupaten malra, pimpinan DPRD Kabupaten Malra, pimpinan SKPD Kabupaten Malra dan pimpinan Kepala-kepala Sekolah se-Kabupaten Malra.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Kebudayaan, Clemens Welafubun. Spd kepada wartawan AmunisiNews Kamis (25/5), saat ditemui di hotel Grand Villia Langgur.

Clemens Welafubun mengatakan, bahwa saat ini dengan hadirnya rombongan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bersama-sama dengan beberapa lembaga lain diantaranya rombongan Sekertariat Kementrian, Badan Pangan Dunia, Badan POM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), turut serta ikut hadir di kabupaten Maluku Tenggara untuk melaksanakan Pencanangan Program Gizi pada Anak sekolah dasar tahun 2016.

Hal ini merupakan salah satu program baru dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni berupa pemberian makanan tambahan bagi anak sekolah dasar dan kebetulan kabupaten maluku tenggara yang pertama kali mendapatkan program ini di Provinsi Maluku, dan program ini sendiri kurang lebih sudah dilaksanakan selama dua minggu, sampai dengan saat ini baru melaksanakan Launching.

Menurut Clemens Welafubun, bahwa sampai dengan detik ini kita hanya mampu untuk memberikan data-data riel dari daerah yang berkaitan dengan kesehatan gizi anak, Pertumbuhan fisik anak dan data-data lain yang berkaitan dengan pertumbuhan siswa-siswi di sekolah, sehinga menjadi data kajian untuk kementrian dapat mengintervensi program-program seperti saat ini.

Dengan ini kami sendiri memiliki harapan yang sangat besar yaitu meliputi pertama dapat memperbaiki kesehatan tubuh, kedua kami dapat melakukan pembentukan karakter siswa, jadi pada dasarnya anak dapat makan bukan hanya melainkan untuk sehat.

“Tetapi terlebih khususnya pada pembentukan karakter seorang anak, sehinga dapat dikembangkan seperti anak sebelum makan harus mencuci tangan, anak harus berdoa sebelum makan, anak harus dapat memindahkan piringnya sesudah habis makan, dan dampak dari program ini tidak sekedar untuk kesehatan tubuh melainkan pembentukan karakter seorag anak itu jauh lebih besar,” katanya.

Lebih lanjut Clemens Welafubun menambahkan, alokasi dana untuk pertumbuhan Gizi anak dari Kementrian kurang lebih sebesar Rp 20 milyar, sehinga mampu memberikan makanan tambahan kepada 92 sekolah dasar dari enam kecamatan di maluku tenggara, yakni di antaranya Kei Kecil kecamatan Ohoi Sorbai, kecamatan Kei Kecil Timur, kecamatan Kei Besar Timur dan Selatan yang selama ini sudah menerima bantuan.

Harapan Clemens Welafubun, bahwa lima kecamatan yang masih tertingal, sehinga ke depanya Pemerintah Pusat dapat melanjutkan tetapi seandainya Pemerintah Pusat tidak dapat untuk melanjutkan program ini maka kami sangat mengharapkan kepada pemerintah daerah agar dapat mengadopsi ini sebagai suatu hal yang baik dalam mewujudkan kualitas mutu pendidikan pada siswa-siswi sekolah dasar.

Proses pemberian makanan tambahan kurang lebih selama 120 hari dalam jangka kurun waktu satu tahun, dirinya berharap dari masing-masing sekolah dapat menyusun jadwal-nya sehinga dari 120 hari jauh lebih efektif dalam proses makan dan minum yang sedang berlangsung saat ini.
Dirinya menghimbau kepada seluruh siswa-siswi yang teristimewa beragama islam diharapkan dalam bulan puasa tidak ada satupun untuk mengikuti proses makan dan minum yang sedang berlangsung selama 120 hari, kita dapat targetkan di akhir bulan november itu sudah dapat mencapai 120 hari. (FP-19)

Pos terkait