RPTRA di Jakut Dibuka Untuk Umum dengan Patuhi Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

Oleh Red

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Secara bertahap pemanfaatan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai beroperasi kembali. Sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta Nomor 261 Tahun 2020 tentang pengelolaan RPTRA pada saat pemberlakuan PSBB transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif.

“Jakarta Utara memiliki 77 RPTRA yang pada prinsipnya semua sudah dapat dibuka di masa PSBB transisi dengan sejumlah persyaratan yang harus dipatuhi. Pengelola RPTRA akan memantau aktivitas masyarakat selama berada di area RPTRA,” jelas Kasudin PPAPP Kota Administrasi Jakarta Utara, Noer Subchan saat dikonfirmasi, Senin (19/10).

Sebagai upaya memutus mata rantai penularan COVID-19 maka dilakukan pengaturan penggunaan RPTRA diantaranya jam operasional RPTRA mulai Pukul 07.00 – 17.00 WIB, RPTRA dibuka untuk umum dengan kapasitas 50% dari kapasitas normal, pengelola dan pengunjung wajib mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir. –dirilis.utara.jakarta.go.id.

Kemudian semua pengunjung harus dalam keadaan sehat atau tidak menunjukan gejala COVID-19 seperti demam, batuk dan lainnya, dilakukan pengukuran suhu tubuh, pengunjung RPTRA yang diperbolehkan adalah masyarakat yang berusia diatas 9 tahun dan dibawah 60 tahun, fasilitas yang dapat digunakan seperti taman refleksi dan jogging track.
“Walaupun sudah mulai dibuka tapi tidak semua fasilitas yang ada di RPTRA boleh digunakan. Sejumlah fasilitas lain di area RPTRA seperti mushola, aula, ruang perpustakaan, ruang laktasi, ruang pengelola, ruang PKK Gross Mart, lapangan olahraga, alat permainan anak dan fitness outdoor untuk sementara waktu ini masih ditutup,” terang Noer Subchan.

Bahkan sejumlah pengelola RPTRA di wilayah Jakarta Utara berinisiatif menggunakan google form untuk mendata pengunjung RPTRA. Hal itu dilakukan untuk menghindari risiko penularan COVID-19.
“Jika ada pengunjung yang datang, kami akan pakai google form untuk mengisi biodata pengunjung seperti nama, usia, nomor Hp dan alamat,” ujar Citra, pengelola RPTRA Rorotan Indah.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *