Rusak Citra Orang Banua Jika PSU Kalsel Curang lagi

  • Whatsapp

Hasil Pilkda Kalsel yang berujung Gugatan ke MK

Oleh Tim

BANJARMASIN, AMUNISINEWS.CO.ID-Pelaksanaan Pemilihan Suara Ulang (PSU) untuk Pemilihan gubernur (Pilgub) Kalimantan Selatan pada 9 Juni mendatang sebaiknya direspon oleh semua pihak sebagai momentum terwujudnya pesta demokrasi yang lebih beradab dan berkualitas. Tidak sebaliknya, menjadi momen pesta kecurangan yang hanya akan merusak citra warga Kalsel, khususnya orang Banua.

Demikian disampaikan Ilham Nor ST, sekretaris Gerindra Propinsi Kalsel kepada pers di Banjarmasin (30/4), terkait dengan PSU di 827 TPS. Seperti diketahui, menyusul dikabulkannya gugatan salah satu pasangan calon gubernur Kalsel, DR. Denny Indrayana, Mahkamah Konstitusi (MK) memerintahkan pemilihan suara ulang (PSU) di 3 wilayah, yaikni Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tapin. PSU ini dilakukan karena terjadi kecurangan pada Pilgub 20 Desember 2020 lalu.

“Baik atas nama partai maupun peribadi, saya mengimbau kepada semua pihak para pemangku kepentingan, untuk bersama-sama menjaga marwah pemilihan gubernur Kalsel melalui PSU ini lebih beradab. Tidak lagi dikotori oleh aneka praktik kecurangan, baik itu politik uang atau penggelembungan suara,” kata Ilham.

Menurut dia, PSU pada 9 Juni ini jangan dilihat sebagai kepentingan penyelenggara yang harus jujur dan independen, tapi juga sebagai kepentingan seluruh warga Kalsel. Meskipun yang melaksanakan PSU ini hanya di 3 wilayah saja. PSU ini juga akan menjadi taruhan nama baik, citra, dan image warga Kalsel, khususnya orang Banua.

“saya masih menaruh Harap kepada Penyelenggara, KPU dan juga wasitnya, sebagai Pengawas, BAWASLU, untuk menegakkan Demokrasi dan Berintegritas dalam melaksanakan amanah MK nanti. Saya yakin, Semua mata nasional tertuju ke Kalsel. Kalau sampai curang lagi, rusak lah citra Kalsel. Karena itu, mari kita jaga, kita kawal dan kita awasi PSU ini dengan ketat. Jangan ada ruang kecurangan. Dan jika ada indikasi curang, segera laporkan ke pihak terkait,” tegas Ilha

Ilham juga menjelaskan, bahwa putusan MK yang memenangkan gugatan Denny Indrayana, sehingga harus dilakukan PSU, harusnya dimaknai sebagai adanya geliat keinginan warga Kalsel untuk adanya perubahan. Berdasarkan data sejumlah lembaga survei, termasuk survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, mayoritas publik di Kalsel ingin pemimpin hanyar.
Dalam analisa Ilhan, data survei tersebut, sebenarnya tidak terlalu mengagetkan. “Ini gambaran telak yang memang dirasakan mayoritas warga tentang ketidakpuasan terhadap calon gubernur petahana sekarang. Rakyat ingin perubahan. Rakyat ingin gubernur baru. Dan rakyat sekarang sudah relatif makin maju dan cerdas dalam memilih pemimpinnya,” ungkapnya.

Ilham mengaku yakin, jika masih ada calon gubernur yang menghalalkan segala cara untuk bisa terpilih, termasuk dengan politik uang dan kecurangan, rakyat akan makin muak. Jika pun terjadi, mungkin saja, uangnya mereka ambil, tapi saat di TPS nanti pilihannya ke yang lain. Dan ini sering terjadi di beberapa wilayah.

Dalam kontek inilah, lanjut dia, PSU nanti akan menjadi peluang besar buat Denny Indrayana, sebagai kandidat gubernur yang dari awal tak ingin mengotori dirinya dengan berbagai bentuk kecurangan. Rakyat juga semakin tahu, Denny adalah sosok yang punya integritas moral, kepedulian, dan bahkan kemampuan dalam memimpin Kalsel lebih baik lagi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *