Sanksi Berat bagi Penghuni Lapas yang Bermain Narkoba

  • Whatsapp
IMG-20170210-WA0060
pengarahan Kadiv Pas Kumham Wilayah Kepulauan Bangka Belitung di depan para Narapidana dan tahanan di Lapas Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang pada Jumat (10/2/2017).

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM-Maraknya peredaran narkoba di beberapa Lapas di Indonesia, membuat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly berang.

Menanggapi hal tersebut Kepala Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Kepulauan Bangka Belitung memerintahkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Suharman untuk memberikan pengarahan tentang bahaya narkoba kepada warga binaan dan tahanan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang.

Saat ini Lapas Kelas II A Tuatunu dihuni oleh 470 warga binaan dan tahanan ( 130 tahanan dan 340 adalah warga binaan).

Pengarahan mengenai bahaya narkoba itu dilaksanakan pada Jumat (10/2) di hadapan 470 penghuni Lapas.

“Jika ditemukan di antara warga binaan ataupun tahanan di Lapas ini ada yang melakukan penyalahgunaan narkoba, baik itu sebagai pemakai, pengedar dan bahkan bandar sekalipun, akan dikenakan sanksi berupa hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak akan diusulkan untuk memperoleh remisi serta program lainnya serta akan diteruskan kepada pihak yang berwajib,” tegas Suharman.

Suharman tambahkan juga, selain bahaya narkoba juga tidak dibenarkan penghuni lapas untuk menggunakan alat komunikasi dan Pungutan Liar ( Pungli),

“Alat komunikasi berupa HP juga tidak dibenarkan digunakan oleh warga binaan dan tahanan, begitu juga halnya dengan pungutan liar,” tambahnya.(herman)

Pos terkait