Santunan Kematian Jarang Diterima Ahli Waris Ternyata Ini Penyebabnya

  • Whatsapp

IMG-20170911-WA0081

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM–Banyak keluarga ahli waris yang mempertanyakan bantuan santunan kematian bagi warga kabupaten Bangka yang telah meninggal dunia, karena bantuan santunan kematian berjumlah 1 juta rupiah perjiwa itu tidak pernah sampai kepada mereka ternyata terjawab sudah.

Jawaban itu terungkap dalam sidang perdana kasus korupsi bendahara DPPKAD Kabupaten Bangka Silviana dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Aditia SH dari Kejaksaan Negeri Bangka di gedung Pengadilan Tipikor Pangkalpinang, Senin (11/9).

Dalam dakwaan itu terungkap bahwa bendaraha DPPKAD Kabupaten Bangka Silviana telah diduga mengkorupsi beberapa dana dana bantuan sosial di Kabupaten Bangka seperti dana bantuan sosial santunan kematian dan juga biaya bantuan angkut jenazah dibabat juga oleh Silviana.

Berikut dana dana bantuan sosial yang dikorupsi oleh bendahara cantik tersebut dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum. “Biaya pasien berobat keluar  daerah Rp.300.000.000,- bantuan santunan kematian Rp.1000.000.000,- PN PM Mandiri Perkotaan Rp.48.750.000,- jasa penghargaan kepada janda pahlawan Rp.134.000.000,- bantuan sosial lainnya Rp.675.000.000,- dan biaya angkut jenazah Rp.80.000.000,- (dalam dakwaan JPU Aditia SH yang dibacakan dalam sidang Tipikor pada Senin (11/9).

Sementara itu Penasehat Hukum Silviana Djailani SH belum berhasil dikonfirmasi terkait dana dana bantuan soisal apa saja yang diduga telah dikorupsi oleh Silviana saat menjabat sebagai bendahara DPPKAD kabupaten Bangka.

Diketahui sebelumnya kasus dugaan korupsi dana bansos DPPKAD kabupaten Bangka ini terkuak berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK Perwakilan  Bangka Belitung pada 2016 yang lalu yang diduga telah merugikan keuangan negara/daerah sebesar Rp 1,9 milyar.(man)

 

Pos terkait