Satgas BTT Jangan Tebang Pilih Tegakan Aturan

  • Whatsapp

IMG_20170827_201234

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM – Program Satuan Tugas Bulan Tertib Trotoar atau yang disingkat Satgas BTT dibentuk dilakukan untuk mengembalikan kesadaran masyarakat akan fungsi trotoar khusus bagi pejalan kaki (pedestrian).

Satgas ini terdiri dari anggota TNI, Polri, Dishub, Satpol PP dan Dinas terkait lainnya.

Banyaknya trotoar yang beralih fungsi menjadi pangkalan ojek hingga lapak pedagang kaki lima di jalanan Ibu Kota menjadi salah satu alasan dicanangkannya Bulan Tertib Trotoar.

Satgas dibentuk pada awal agustus ini terdiri dari anggota TNI, Polri, Dishub, Satpol PP dan Dinas terkait lainnya.

Namun sangat disayangkan, ketika Satgas BTT tengah sibuk menertibkan pemotor dan PKL yang merampas hak pejalan kaki, ternyata di kawasan trotoar halte Polda Metro Jaya kerap terparkir sepeda motor yang diduga milik oknum anggota.

Dan memang dari pantauan awak media di lokasi, ada kendaraan roda dua yang terparkir di depan pos Polisi halte Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Gatot Soebroto. Setelah diselidiki ternyata motor honda matic putih itu adalah milik seorang anggota Polisi.

Hal ini tentu menjadi pemandangan yang sangat memprihatinkan, karena penegakan hukum dijalan raya masih berat sebelah. Saat masyarakat (sipil) yang parkir di trotoar sudah tentu akan langsung ditilang namun tidak demikian dengan aparat.

Untuk memberikan efek jera kepada anggota kepolisian yang melanggar kebijakan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, tersebut sudah sepantasnya dilakukan penindakan oleh Anggota Provos.

Kita sama-sama berharap, dengan adanya program Bulan Tertib Trotoar (BTT) ini dapat mengembalikan trotoar pada fungsinya. Untuk penegakan dan penertiban kiranya tak pandang bulu, jangan sampai ada anggapan ‘Hukum tumpul ke atas namun tajam ke bawah’.

Pos terkait