Sekda Kabupaten Bogor, Bantah Beri Rekomendasi Untuk Operasional Pasar Malam Di Ciomas

Oleh : Lambas Sitompul

BOGOR, AMUNISINEWS.CO.ID – Baru-baru ini Kabupaten Bogor menjadi perbincangan khalayak ramai, terkait adanya pasar malam di Lapangan Sakura, Ciomas Bogor yang beroperasi tanpa izin, bahkan di lokasi tersebut bulan lalu terjadi insiden meninggalnya seorang anak dan kuat dugaan terjatuh dari salah satu wahana permainan.

Bacaan Lainnya

Pemberitaan tanpa izin disanggah Bapak Soleh selaku Wakil Direktur CV. PERDANARIA JAKARTA (PRJ), Beliau mengatakan bahwa izin pasar malam di Lapangan Sakura, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, sudah punya rekomendasi dari Sekda.

Awak media pun mencoba mengklarifikasi kebenarannya dengan mendatangi langsung kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, dan diterima oleh Pak Burhanudin selaku sekda kabupaten Bogor, didampingi Kepala dinas Komunikasi dan informatika Pak Bayu Ramawanto, disela-sela kegiatan Hari Pendidikan Nasional, pada Jum’at (13/5).

“Saya tidak pernah memberikan surat rekomendasi operasional pasar malam tersebut, akan tetapi kita hanya membalas surat mereka, biar lebih jelasnya silahkan tanyakan ke Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat,” kata pak sekda.

Melalui Pak Adiana selaku Ketua Sekretariat Satuan tugas (satgas) Covid-19, menjelaskan bahwa sekda melalui satgas tidak pernah memberikan rekomendasi operasional, tapi hanya membalas surat permohonan mereka.

“Kita tidak pernah memberikan rekomendasi operasional, hanya memberikan balasan surat ke kecamatan untuk mengkaji dan berkoordinasi dengan pihak Polres atau Polsek terkait berlangsungnya pasar malam tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Pak Adiana, perlu mengkaji ulang mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi, juga informasinya akan adanya pelaksanaan kegiatan gebyar Vaksinasi, tentu saja hal tersebut sangat baik dalam membantu pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

“Jadi kalau pihak CV. Perdanaria Jakarta (PRJ), menyatakan kami memberikan surat rekomendasi untuk operasional, tidak benar,” tegasnya.

Hingga pemberitaan ini naik, klarifikasi dari pihak CV. Perdanaria Jakarta (PRJ), belum ada klarifikasi lanjutan.

Pos terkait