Sian: Atet Bicara Soal Dua Anaknya yang Masih Kecil

  • Whatsapp

Temui Sian dalam kondisi mabuk

SINGKAWANG, AMUNISINEWS.COM-Kesedihan masih nampak dari raut muka Natalia Chairin istri dari Alm. Tonidi. Wajah sedih pun terlihat dari wajah Lim Sung Mong, ayah dari Tonidi atau yang biasa dipanggil Atet.

Sepeninggal anaknya, Lim sering mengucapkan kalimat “selalu rindu” dengan mendiang Atet.

Barang – barang milik Atet yang ditemukan di lokasi kejadian menimbulkan spekulasi.

Terutama pada secarik kertas surat pernyataan yang ditemukan pada jenazah Atet, yang diduga surat pernyataan damai dengan pihak yang berselisih.

Seminggu sebelum kematian Atet, ternyata Atet sempat bersitegang dengan pria bernama Sian Mung Piau. Seperti yang diutarakan rekan Atet, AC (36) kepada wartawan.

“Sebelum meninggal Atet sempat bilang dipukul orang di Jalan Bhakti,” ujar AC.

Ayah korban juga membenarkan surat pernyataan itu.

Atet sempat menfotokopi puluhan lembar surat pernyataan untuk ditunjukan kepada keluarga dan teman-temannya.

“Atet kasih lihat surat itu untuk saya baca, saya tidak bisa baca, tapi dia bilang dipukul orang,”ujar ayah Atet.

Diduga perselisihan muncul akibat di bawah pengaruh alkohol.
Wartawan Amunisi mencoba menelusuri surat pernyataan tersebut, berangkat dari informasi bahwa perselisihan terjadi di Jalan Bhakti, Singkawang.

Setibanya di sana pada Jumat (1/08), wartawan berhasil menjumpai Sian Mung Piau untuk diwawancarai.
Kala itu Atet berkunjung ke Jalan Bhakti guna mencari temannya, Atet datang dengan membawa botol kemasan air mineral yang berisikan arak putih.

Sian Mung Piau menjelaskan akar permasalahannya dengan Alm. Atet, kala itu Atet yang dalam kondisi mabok dimintai oleh Sian untuk pulang, tetapi tidak digubris oleh Atet.

Sian meminta berulang-ulang agar Atet pulang kerumahnya.

Dikarenakan tolakan dari Atet, perselisihanpun terjadi. Sian mengaku sempat mengibaskan tangannya ke arah Atet.

Keesokan harinya, menurut Sian, Atet melaporkan perselisihan ini ke pihak kepolisian, Sian dipanggil untuk dimintai keterangan di Polres Singkawang.

“Saya dipanggil ke Polres, karena Atet melaporkan permasalahan ini, tentunya saya datang karena permasalahan kami hanya masalah sepele,” ujar Sian.

Sian menambahkan, bahwa surat pernyataan itu dibuat oleh pihak kepolisian dan polisi memediasi mereka pada saat itu.

Sian mengaku sempat heran ketika Atet meminta untuk dibeli obat yang mahal.

Menurut Sian, apa yang dilakukan Sian saat itu, tidak menyebabkan luka maupun goresan terhadap Atet.

Saat ditanya apakah mengenal Atet secara pirbadi? Sian menjawab bahwa dia tidak kenal Atet dan bertemu pertama kali pada saat itu.
Sian juga menambahkan, selang beberapa hari setelah perselisihan tersebut, Atet sempat mendatangi dia untuk pamit ke Pontianak dan meminta maaf, tetapi Sian menduga pada saat itu Atet mengurungkan niatnya berangkat ke Pontianak.

“Atet datang minta maaf, pada saat itu dia ngomongnya aneh, dia bilang kedua anaknya masih kecil, apabila sewaktu-waktu dia mati kecelakaan di jalan raya, bagaimana?,” pungkas Sian yang mengaku aneh dan heran dengan ucapan Atet tersebut.

Surat pernyataan yang diduga mediasi tersebut tidak bermaterai dan bersaksikan atas nama Julianto dan Lie Djiu Djin, dibuat pada Selasa 22 Agustus pada pukul 12.45 Wib.

Hingga kini Polres Mempwah masih melakukan penyelidikan.(bobon santoso)

Pos terkait