Sidang Kasus Alkes RSUD, JPU Abaikan Kerugian Negara Rp 1,8 M

  • Whatsapp

IMG-20170815-WA0012

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM– Dalam sidang kasus Alkes RSUD Provinsi Bangka Belitung kali ini di PN Tipikor Pangkalpinang  Senin (14/8/2017) ada hal yang aneh dalam tuntutan JPU.
Dimana JPU  dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung dalam membacakan penuntutan perkara korupsi pengadaan alat kesehatan tersebut kemarin di hadapan majelis hakim yang diketuai Siti Hajar Siregar.

JPU menuntut rendah dengan  tuntutan hanya 1 tahun dan 6 bulan penjara kepada masing-masing terdakwa yakni dr Hendra Kusuma Jaya (mantan kadis Dinkes Pemrov) dan sekretaris Herman Abdullah.

Selain tuntutan rendah itu JPU juga tidak menuntut adanya pengembalian sisa uang kerugian negara senilai Rp 1,8 milyar yang dikorupsi.

Selain itu juga pihak-pihak lain yang diduga terlibat seperti panitia lelang yang sudah diperiksa intensif di awal lalu tidak disinggung dalam tuntutan.

Dikatakan JPU Sarpin pihaknya memang sengaja tidak menyinggung soal sisa kerugian negara. Sebab sudah ada pengembalian kerugian negara Rp 2 milyar,
“Terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara Rp 2 milyar. Namun sisanya Rp 1,8 miluar tergantung pada majelis hakimnya saja,” kata Sarpin.

Dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan berupa item barang CT-Scan 64 Slide merk Philips type ingenuity.  JPU  berpendapat perbuatan para terdakwa telah menyebabkan kerugian negara  tepatnya telah memperkaya Azwar Agus selaku direktur CV Telomoyo.
Para terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55ayat (1) ke 1 KUHP.

Selain penjara 2 terdakwa itu juga diharuskan membayar denda masing-masing sebesar Rp 50 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Dalam dakwaan JPU diungkapkan kerugian negara dalam proyek pengadaan alat kesehatan berupa item barang CT-Scan 64 Slide merk Philips type ingenuity senilai Rp Rp 3.812.500.000 itu. Adapun rincianya sebagai berikut: harga kontrak Rp 12.250.000.000.  Potongan ppn + pph 15 persen saat pembayaran Rp 1.837.500.000.  Jumlah diterima penyedia CV Telomoyo Rp 10.412.500.000. Sedangkan pembayaran CT-Scan kepada distributor oleh CV Telomoyo sebesar Rp 3.812.500.000..(man)

Pos terkait