Sidang Perdana Terdakwa Perusak Hutan Konservasi Digelar

  • Whatsapp

IMG-20170208-WA0023

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM–Sidang perdana kasus pengerusakan kawasan Hutan Konservasi Bukit Mangkol Desa Mangkol,  Kecamatan  Simpangkatis,  Kabupaten Bangka Tengah dengan terdakwa Sujono alias Ataw digelar di Pengadilan Negeri Pangkalpinang Bangka Belitung pada Senin (6/2/2017) sekira jam 09.00 Wib.

Sidang tersebut dipimpin oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang Maju Purba, SH, MH sedangkan Jaksa Penuntut Umum adalah Tatang, SH dari Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung dengan agenda sidang pembacaan dakwaan kepada terdakwa.

Terdakwa Ataw sendiri disaat dipersidangan terlihat didampingi Penasehat Hukum Adistya, SH.

Beberapa waktu yang lalu, terdakwa Ataw ini terjerat kasus pengerusakan Kawasan Hutan Konservasi di Bukit Mangkol dan Ataw sendiri sedang melakukan aktifitas penambangan timah dengan menggunakan alat berat  dan terjaring razia gabungan Dirjen  Kementrian Kehutanan RI  dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung pada 26 Oktober 2016 di Bukit Mangkol Bangka Tengah.

Menurut Direktur Reskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, AKBP Mukti Juharsa di Pangkalpinang, pada Kamis (27/10/2016) tersangka Ataw diringkus di kediamannya yang beralamat di Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru ,Kabupaten Bangka Tengah.

“Tersangka ini sudah menjadi daftar pencarian orang sejak tambang ilegal tersebut ditertibkan pada 26 Oktober 2016. Kami tangkap sekitar dua minggu lalu,” jelasnya.

Dikatakannya lagi, tersangka akan dikenakan dengan UU RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Selain itu, penyidik juga menjerat tersangka dengan UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Saat razia gabungan tersebut, Dua unit tambang yang ditertibkan tersebut diketahui milik Sujono alias Ataw (28) warga Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, yang sampai saat ini masih buron.

Saat penertiban, tim gabungan berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit alat berat dan delapan saksi. Salah satunya sebagai koordinator tambang telah ditetapkan sebagai tersangka.(herman)

Pos terkait