Soal Arogansi TU SMPN 1 Candi, Ketegasan Kasek dan Diknas Dipertanyakan

  • Whatsapp
IMG-20170819-WA0029
Anggota Komisi D dr.Wiyono (baju putih) saat dikonfirmasi wartawan..

SIDOARJO,AMUNISINES. COM – Sikap dan perilaku arogansi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sangat tidak pantas dilakukan oknum TU SMPN 1 Candi, Larangan Sidoarjo mendapat kecaman dari berbagai lembaga maupun wartawan sampai dengan munculnya pemberitaan berbagai media cetak dan online terkait.

Pelecehan dan tudingan terhadap wartawan, berawal  dua orang wartawan yang sedang melakukan konfirmasi pemberitaan terkait pengurusan surat keterangan kehilangan ijasah yang dialami oleh salah satu alumni siswa
SMPN 1 Candi yang juga putra seorang camat di wilayah Sidoarjo sudah menjadi viral di media.

Diungkappkan Lutfi dan Tama Minggu (20/8), kedua wartawan yang saat itu mendapati perihal lambat dan sulitnya proses kehilangan ijasah,yang datang hendak konfirmasi malah mendapatkan perkataan yang sangat mengejutkan dari Bumbunan Tamba oknum TU SMPN 1 Candi.

Bumbunan mengatkan
surat laporan kehilangan yang dikeluarkan Polsek Buduran dikatakan tidak sesuai nama yang kehilangan, data tidak sinkron. “Kan anaknya sudah dewasa, kenapa tidak mengurus sendiri,” ujar oknum TU SMPN 1 tersebut.

Screenshot_2017-08-20-09-22-17-16

Kedua wartawan itu kecewa dan akan membuat laporan agar ASN itu mendapat sanksi dari atasannya, agar tidak terjadi lagi oknum ASN arogan terhadap wartawan
yang melakukan tugasnya.

“Kita sudah melangkah bahkan saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian kalau memang ada unsur pidananya, kami akan laporkan ke polisi.Saat ini kami masih melangkah bersama rekan wartawan yang lain dan lembaga rekan-rekan yang merasa seprofesi agar yang bersangkutan mendapat sanksi administrasi, baik itu berupa penundaan jabatan,maupun mutasi itu yang utama kami inginkan tetap akan kami upayakan itu,” pungkas Lutfi dari media Harian Duta Masyarakat.
Sementara dr.Wiyono anggota DPRD Sidoarjo dari Komisi D yang membidangi  kesejahteraan rakyat, meliputi agama, pendidikan, kesehatan
dan keluarga berencana mengatakan,’ seharusnya kalau terkait informasi ke masyarakat ya harus dijelaskan dengan betul, dan tidak seperti itu
ucapannya. Karena tiap pegawai negeri ada BP3 dan itu diisi tiap
tahun,untuk itu adalah tanggung jawab kepala sekolah untuk menegur.

“Kalau masyarakat itu kita sudah punya koridor-koridor hukum kalau tidak puas ya laporkan ke polisi. Saya selaku anggota dewan itu rekan kerja, mitra kerja SKPD, kita menampung aspirasi nanti kita
lanjuti ke SKPD (Dinas) yang bersangkutan,” ujar dr Wiyono kepada wartawan.

Diketahui,Tata Usaha bernama BumbunanTamba, wanita kelahiran Tapanuli
Utara1965 tersebut dengan arogan mengatakan, kurang kerjaan wartawan datang kemari dan berkata,”Sampeyan ya yang sering datang kemarim Uniloh bawa-bawa wartawan. la teman saya lo orang Batak banyak yang wartawan, tidak apa saya dimasukan koran biar terkenal saya,” ujar ASN itu.

Sikap tersebuat tidak mencerminkan seorang ASN apalagi di dunia pendidikan. “Untuk itu kami akan meminta kepala sekolah dan dinas pendidikan menindak oknum TU tersebut,” ujar Lutfi (tam)

Pos terkait