Soal Penutupan Pabrik Daur Ulang, Gubernur DKI Jakarta Harus segera Bertindak

  • Whatsapp

pabrik-daur-ulang-megapolitanBEKASI, AMUNISINEWS.COM – Setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  memutuskan kontrak dengan pihak swasta PT. Godang Tua Jaya (GTJ) dan terkait pengelolaan TPST Bantargebang Kota Bekasi, nampaknya persoalannya tak sampai disitu saja akan tetapi hal tersebut malah menimbulkan kesengsaraan para karyawan pabrik plastik daur ulang saat ini diambil alih Pemprov DKI Jakarta. Jumat (14/10/2016)

Pasalnya, hingga saat ini pengelola daur ulang sampah TPST Bantargebang yang hingga saat ini belum jelas statusnya.

Terkait buruknya sistem sewa kelola yang mulai di tangani pemerintah provinsi Dki jakarta, sementara Kepala Unit Pelayanan Teknis UPT Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto belum berhasil ditemui untuk dimintai keterangan terkait pabrik daur ulang plastik yang bukan milik PT. GTJ yang saat ini statusnya masih simpang siur, hingga berita ini di turunkan UPT Dinas kebersihan Provinsi DKI Jakarta belum berhasil ditemui.

Fi tempat yang bersamaan Babay,  karyawan pabrik daur ulang plastik TPST Bantar Gebang, menuturkan  prihatin sekarang ini tidak bekerja lagi karena pabrik ini tidak aktif  lagi. Karena belum ada kejelasan dari pihak Dinas Kebersihaan Provinsi DKI Jakarta/ “Padahal informasi awal kami akan diperkerjakan kenyataannya sampai saat ini belum juga diperkerjakan ketika orang dinas kita tanya bilangnya tidak Tahu tutur pak Ricky sama saya ,sejak di ambil alih oleh pemerintah Provinsi DKI jakarta TPST Bantar Gebang malah buat kehidupan kami menjadi susah padahal setiap harinya anak istri harus di kasih makan,” ungkapnya.

Tambahnya, karyawan yang biasa bekerja di pabrik daur ulang plastik terbagi tiga ship satu ship 18 orang kini semuanya kehilangan pekerjaan mas kami hanya bisa berharap kepada pemerintah Provinsi DKI jakarta agar memperhatikan orang kecil seperti saya.” ujar babay.

Terpisah Maman pengirim bahan baku ke pabrik daur ulang plastik,menuturkan sangat di sayangkan apabila pabrik tersebut tidak memproduksi padahal hasil plastik perharinya hampir mencapai 100 ton yang ada di TPST Bantar Gebang bisa terambil masuk ke pabrik tersebut.
“Coba bayangkan bila perhari sampah plastik yang di dapat dari TPST mencapai 100 ton otomastis ini mengurangi sampah di titik buang sedangkan sampah plastik susah dilebur dan menurut ahli plastik bisa do lebur mencapai seratus tahun.” ujarnya.

Maman berharap, Pemerintah Provinsi DKI jakarta harus lebih jeli lagi melihat persoalan ini semua, coba lihat di lokasi TPST Bantar Gebang sudah bagaikan gunung – gunung yang terjadi di tempat titik buang sudah penuh semua ditambah lagi sampah plastik yang tidak diambil. “Bagaimana lagi cara untuk mengatasinya, bila pabrik plastik tidak beroperasi lagi seperti biasanya saat di kelola oleh pihak swasta PT gondang tua jaya sebelumnya.”ucapnya  * Casban

Pos terkait