Suharman Buka Kegiatan Pascarehab Narkoba di Bapas Pangkalpinang

  • Whatsapp
IMG-20170216-WA0044
Kegiatan pascarehab narkoba (foto:herman saleh)

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM—Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung, Kadiv Pas Suharman membuka kegiatan Pascarehab yang diselenggarakan dikantor Balai Pemasyarakan ( Bapas ) di jalan Ican Saleh Pangkalpinang Bangka Belitung pada Kamis (16/2).

Kegiatan Pascarehabilitasi pecandu narkotika ini adalah kerjasama Bapas  Pangkalpinang dengan BNNP Pangkalpinang tahun 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang peserta yang terdiri dari 7 orang eks napi Lapassustik pangkalpinang dan 14 orang klien Bapas Pangkalpinang pecandu narkotika.

Kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Bapas  Pangkalpinang, Kalapas  Kelas II A Tuatunu Pangkalpinang, Kalapas  Narkoba Selindung Pangkalpinang dan beberapa Staf Kanwil Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung.

Kejahatan Luar Biasa

Dalam sambutannya Kakanwil Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung Yoseph seperti yang dibacakan oleh Kadiv Pas Suharman, Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa.

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu senjata dalam proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa. Bahkan presiden joko widodo menyatakan kepada seluruh bangsa indonesia, bahwa indonesia berada dalam situasi darurat narkoba dan menyerukan perang terhadap segala bentuk kejahatan narkotika,” jelasnya

Menurut data BNN, kata Suharman, angka prevalensi korban penyalahgunaan narkotika sekitar 2,2 persen atau 3,8 s/d 4 juta orang penduduk indonesia pada tahun 2015. Presiden jokowi dalam sambutannya pada hari  anti narkoba sedunia tahun 2015 mengajak semua komponen untuk menyamakan persepsi atau cara pandang dalam memahami permasalahan narkoba.

“Menyangkut cara pandang masih banyak terlihat masyarakat kurang bisa membedakan mana saudara kita, anak anak yang tergolong sebagai korban  dan mana yang melakukan kejahatan narkoba,” terangnya.

Suharman tambahkan, bahwa terhadap mereka itu, terapi solusinya adalah diobati untuk disembuhkan, direhabilitasi dan dibimbing kembali ke dalam kehidupan masyarakat agar mereka mempunyai masa depan.

“Untuk itu Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika pasal 54 mengamanatkan agar kepada para pelaku penyalahguna dan pecandu narkoba wajib direhabilitasi. Rehabilitasi merupakan salah satu poin penting dalam menekan angka penyalahguna narkotika. Selain dapat memulihkan pengguna, dengan rangkaian program rehabilitasi dapat mencegah penyalahguna terperosok lebih dalam pada candu narkotika serta mencegah agar mereka tidak kambuh kembali,” tuturnya

Sedangkan dari BNNP diwakili oleh Kabid Rehabilitasi dr. Johan jabri.M.Kes.(herman/dra)

Pos terkait