Tak Ada Libur Natal dan Tahun Baru, Rapor Semester I Baru Dibagikan Januari 2022

  • Whatsapp

Oleh: Edy Tanjung

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID — Dalam rangka pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek), Suharti, mengirimkan surat edaran bernomor 29 tahun 2021, yakni tentang penyelenggaraan pembelajaran menjelang libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Hal tersebut berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2022 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Surat edaran itu ditujukan kepada Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Dinas Pendidikan dan pihak lainnya pada 1 Desember 2021. Dimaksudkan dalam rangka mengurangi mobilitas masyarakat untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19.

Inilah selengkapnya 6 poin surat edaran yang ditandatangani Sekjen Kemdikbud Ristek Suharti, pada Surat Edaran bernomor 29 tahun 2021:

1.Mengimbau kepada kepala satuan pendidikan di wilayah Saudara untuk melaksanakan pembagian rapor semester 1 (satu) tahun ajaran 2021/2022 bagi satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah pada bulan Januari 2022.

2.Tidak meliburkan secara khusus kegiatan pendidikan di satuan pendidikan selama periode Nataru pada tanggal 24 Desember 2021sampai dengan tanggal 2 Januari 2022.

3.Menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat di satuan pendidikan dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan dan 3T (testing, tracing, treatment).

4.Tidak memberikan cuti kepada pendidik dan tenaga kependidikan Aparatur Sipil Negara selama periode Nataru pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022.

5.Mengimbau kepada penyelenggara satuan pendidikan yang diselenggarakan masyarakat untuk menunda pengambilan cuti bagi pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan nya setelah periode libur Nataru.

6.Mengimbau kepada warga satuan pendidikan untuk tidak bepergian dan tidak pulang kampung keluar daerah dengan tujuan yang tidak primer/tidakpenting/tidak mendesak selama periode Nataru.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *