Tangkap Pelaku Diduga Korupsi Pembangunan Gereja Santo Yacobus Mappi Papua

  • Whatsapp

unduhan

KABUPATEN MAPPI, PAPUA, AMUNISINWS.COM- Ketua Umum Indonesia Crisis Center (ICC) HR Djoko Sudibyo,SH meminta Komisi Pemberanrasan Korupsi (KPK) untuk pro-aktif menindaklanjuti laporan masyrakat Mappi terkait dugaan pembangunan gereja di kabupaten tersebut.

“Sekecil apapun laporan masyarakat itu merupakan sebuah pentunjuk yang patut ditinjaklanjuti oleh lembaga anti rasuah tersebut,” tegas HR Djoko Sudibyo. “Apalagi kalah ada dugaan terlibat salah satu calon pemimpin wilayah itu,” tegas Djoko Sudibyo.

ICC adalah lembaga independen yang didirikan oleh tokoh tokoh angkatan 45 DKI Jakarta yang bergerak dalam penegak an hukum dan membantu pemintah dalam pemberantasan korupsi bekepentingan medorong terciptanya pemerintahan bersih di Mappi.

djoko-sudibyo-3-oke-oke
HR Djoko Sudibyo SH, Ketua Umum Indonesi Crisis Center

“Kami akan terus pantau penyelesaian masalah ini,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumn Seperti diberitakan sebelumnya oleh media lokal bahwa tim dari KPK Papua sedang membidik dugaan korupsi Pembangunan Gereja Santo Yakobus di Kabupaten Mappi dengan besar anggaran yang diduga dikorupsi Rp16 miliar, diduga pula melibatkan oknum paslon bupati Mappi, mantan ketua DPRD Kabupaten Mappi berinisial R.A.

Menurut keterangan, pada November lalu, puluhan mahasiswa dan masyarakat Papua yang tergabung dalam Aliansi dan Pergerakan untuk Keadilan mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam kesempatan ini, mereka melaporkan dugaan penyimpangan dana hibah pembangunan Gereja di Kabupaten Mappi, Papua.

Koordinator Aliansi Pergerakan untuk Keadilan menyatakan, pelaporan ini merupakan tindak lanjut dari temuan BPK mengenai dana hibah untuk pembangunan gereja di Kabupaten Mapi. Saat itu, dilaporkan dari pagu anggaran Rp 22 miliar, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Mapi Tahun 2015 menemukan anggaran tersebut hanya terserap sekitar Rp 6 miliar.

Kasus ini sebenarnya telah ditangani oleh Polda Papua. Namun, hingga kini, tak ada tindak lanjut dari penanganan kasus ini. Untuk itu, pihaknya melaporkan kasus ini kepada KPK.

Kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda dan Pemda juga sudah diaudit, tapi mentok di daerah. Karena itu masyarakat ke KPK, dan tadi laporan sudah diterima oleh bagian Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK.

Dalam laporannya masyarakat meminta KPK untuk melakukan investigasi secara menyeluruh kepada pemangku kepentingan daerah Kabupaten Mappi terkait indikasi penyimpangan dan penggelapan anggaran dana hibah tersebut. Disebutkan, R.A yang juga penanggungjawab utama pembangunan gereja ini diminta untuk diperiksa juga.

Menanggapi masalah ini, ICC menilai kasus ini sangat krusial. KPK harus bekerja cepat melusurinya. “Jika benar ini merupakan skandal sangat memalukan,” tegas Djoko Sudibyo.(tim)

Pos terkait