Tekan Hama Tikus, Kadis Pertanian Lepas Liarkan Burung Hantu Tito Alba Hasil Penangkaran

Oleh: Arif

JOMBANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Untuk menekan serangan hama tikus, sekitar 14 ekor burung hantu jenis tito Alba hasil penangkaran di lepaskan ke alam liar di persawahan Dusun Tambakrejo, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Bacaan Lainnya

Burung hantu Tito Alba tersebut dilepaskan oleh Kepala Dinas Pertanian bersama petugas Dinas Pertanian Kabupaten Jombang di persawahan pada Jum’at ( 28/1/22).

Burung hantu ini merupakan hasil penangkaran yang di lakukan oleh Kusaini, petani setempat. Penangkaran burung hantu tersebut difasilitasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Moch Rony mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang sejak tahun 2009 yang lalu telah melakukan penangkaran burung hantu jenis Tito Alba.

“Barung Hantu merupakan jenis burung yang sudah semakin langka sehingga diperlukan upaya-upaya konservasi sekaligus memperbaiki ekosistem terutama pengendalian hama tikus. Kali ini, Kami dibantu Pak Kusaini untuk melakukan penangkaran burung Tito Alba,” ungkapnya.

Menurut Rony, hal tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Jombang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang untuk tetap menjaga ekosistem keseimbangan alam yang ada di lingkungan, terutama di persawahan. Karena maraknya serangan hama tikus saat ini, tidak lepas salah satunya telah terjadi ketidakseimbangan sistem mata rantai ekosistem yang ada di alam.

“Saat ini predator-predator atau musuh alami tikus telah banyak yang musnah. Musuh alami tikus ini di antaranya yakni, ular, burung hantu (Tito Alba), Burung Elang dan lainnya.

Sehingga Dinas Pertanian Kabupaten Jombang berupaya melakukan pengendalian hama tikus. Selain pengendalian secara kimiawi, kami juga menggalakkan kembali pengendalian hama tikus secara alami. Dengan mengadakan, memunculkan menangkarkan kembali musuh alaminya Tikus yakni Tito Alba ini,” terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang juga berharap, inisiasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Jombang ini bisa diikuti oleh masyarakat. Paling tidak dengan tidak membunuh, tidak menembak, paling tidak seperti itu. Kemudian kita juga memprogramkan ada Pagupon atau kita istilahkan sebagai rumah singggahnya burung hantu.

“Kami berharap, Tito Alba atau burung hantu ini dengan makin banyak, Pagupon-Pagupon yang ada di persawahan, agar burung hantu ini akan lebih mudah melakukan pengendalian tikus yang ada di sawah,” harap Rony.

Sementara itu, penangkar burung hantu Tito Alba, Kusaini mengatakan, sejak tahun 2008 yang lalu memulai melakukan penangkaran burung hantu jenis Tito Alba seiring dengan adanya Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPTHT) di desanya. Dia membeli 4 pasang burung hantu di daerah Ngawi kemudian dikembangkan dan ditangkarkan di desanya. Sedangkan kendala yang dihadapi dalam melakukan penangkaran yakni ketersediaan Tikus sebagai pakan Tito Alba jika tanaman padi sudah beranjak tinggi.

“Jadi saya pakai freezer (lemari es), jadi waktu padi masih kecil, saya ambil (tikusnya). Sekarang ini ada sekitar 3 kwintal kalau tidak salah (di freezer) di rumah saya. Sehingga petani sekitar merasa senang dengan adanya penangkaran Tito Alba yang say lakukan karena Tito Alba ini bisa menekan hama tikus hingga 90 persen,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.