Terjaring Razia Pengendara Motor Kecewa, Merasa Lengkap Tetap Didenda

  • Whatsapp

kasatpol pp- berita razia- tama- jatim

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM – Puluhan petugas gabungan Satpol PP Kabupaten,Kepolisian dan staf Dipendukcapil menggelar operasi yustisi atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Jalan Pahlawan Kabupaten Sidoarjo, Rabu (19/07). Petugas berhasil menjaring sekitar 60 lebih warga yang mengendarai motor yang kedapatan tidak mempunyai KTP,maupun KTP mati masa berlakunya.

Rata-rata warga yang terjaring razia itu, selain tidak membawa KTP juga membawa KTP yang masa berlakunya habis. Mereka, kemudian langsung mengikuti sidang di tempat dengan hakim tunggal, Lie Sonny dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Leisya Aghata.

Widyantoro Basuki, Kasatpol PP kepada wartawan Rabu(19/7), menjelaskan jika Sidoarjo merupakan kota yang sangat terbuka. Oleh karenanya, siapa pun yang datang ke Sidoarjo dipersilakan, akan tetapi harus mengikuti semua peraturan di Sidoarjo.

“Karena KTP sudah berlaku nasional, tolong surat pindah harus diurus atau laporan ke desa/kelurahan tempat tinggal. Razia kali ini sebagai shock teraphy. Semua warga harus beridentitas. Hasil razia itu akan tetap kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Para pelanggar yustisi itu, langsung diputus denda Rp 20.000 per orang dan diserahkan ke petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. “Hasilnya kami menjaring sekitar 60 lebih pelanggar. Mereka tidak membawa KTP dan masih banyak yang menggunakan KTP lama. Tapi mereka langsung disidang di tempat,” terang Kepala Satpol PP Pemkab Sidoarjo, Widyantoro Basuki kepada wartawan Rabu (19/7).

Rencananya, operasi yustisi itu akan ditindaklanjuti ke sejumlah rumah kos dan tempat hiburan malam, dengan menurunkan sekitar 70 petugas Satpol PP, 20 anggota Polresta Sidoarjo, Pengadilan Negeri, Kejari dan petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Pemkab Sidoarjo. “Operasi ini akan terus digelar dan ditindak terus sampai bulan depan. Ini untuk mencegah gangguan Kamtibmas,pungkasnya.

Salah satu pengendara motor yang merasa lengkap Ibu Rina (35), mengaku kecewa karena sebetulnya keterangan dirinya lengkap. “Cuman saya bawa foto kopi surat dari Capil. KTP elektronik saya belum jadi. Tidak membawa KTP karena belum jadi padahal sudah hamper 1 tahun dan saya dapat surat dari Capil sampai 2020,” terang warga Citra Fajar Golf  Gebang Sidoarjo. Dia merasa lengkap dan terkena denda Rp.20.000 rupiah dan sangat kecewa.

Sementara itu Ahmad Fauzi, Kasi Pemanfaatan Data dan Dokumen Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil, menguraikan dalam razia ini kita diundang Satpol PP,Materaial KTP EL sebenarnya sudah dikirim pusat ke Propinsi nanti dibagi ke kabupaten untuk Sidoarjo 40 ribu dibagi 18 kecamatan. Di kecamatan troble langsung ke Dispenduk untuk mendapatkan surat keterangan,namun disini  masih banyak pengendara yang belum dapat informasi soal KTP.

“Banyak yang protes karena masih banyak KTP yang belum jadi dan diberi surat keterangan dari Capil namun masih dikenakan sanksi administrasi,’namun sebetulnya itu tidak dikenakan denda,” ujar Fauzi kepada wartawan. (tam)_

 

 

Pos terkait