Terkait Bos Bank Sumselbabel, Sekda Prov Babel : Kita Serahkan Semuanya kepada Proses Hukum

  • Whatsapp

berita-herman-perkaraPANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM -Sekretaris Daerah Bangka Belitung, Yan Megawandi, yang kebetulan mendatangi Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung kemarin siang mengaku baru tahu dari wartawan soal adanya penetapan tersangka itu.

Menurut Yan terkait penetapan tersebut itu semua kewenangan dari Kejaksaan Tinggi selaku institusi penegak hukum. “Saya baru tahu dari kalian (wartawan.red) kalau pak Asfan Fikri Sanaf sudah ditetapkan tersangka dalam kasus penyertaan modal itu. Ya itu haknya pihak Kejati, dan serahkan semuanya kepada proses hukum yang berlaku saja,” ucapnya.

Menyinggung adanya korupsi dalam penyertaan modal itu menurutnya sebagai pihak yang menyertakan modal tentu akan melakukan evaluasi. Evaluasi tersebut harus mendalam terlebih nantinya bila sampai tuduhan yang ada tersebut betul-betul terbukti di peradilan. “Sementara belum ada apa-apa kita kan baru tahu ada penetapan ini (tersangka.red). Tapi kalau sampai terbukti tentu kita evaluasi sedalam-dalamnya atas penyertaan modal ini,” tegas Yan Megawandi.

Sebelumnya pada sore Selasa tgl 4 Oktober 2016 , mantan Bos Bank Sumsel Babel Asfan Fikri Sanaf sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung.

Penetapan Asfan Fikri Sanaf menjadi tersangka dibenarkan oleh Aspidsus Kejati Babel Patris Yusrian Jaya, SH,MH kepada wartawan usai penetapan tersebut

“Ya memang betul ada pemeriksaan beberapa pejabat bank Sumsel Babel (Asfan Fikri Sanaf). Mereka diperiksa penyidik di ruangan sebagai tersangka, pemeriksaannya sebagai tersangka didampingi para pengacara,” jelas Aspidsus Patris Yusrian Jaya saat jumpa dengan wartawan.

Patris tidak memberikan keterangan rinci terkait apa saja materi pemeriksa kemarin itu pada tersangka. Patris berdalih penyidikan masih berlangsung dan pihaknya belum bisa membocorkanya demi kepentingan penyidikan itu sendiri.

“Wartawan tanya saja nanti pada pihak penasehat hukumnya, karena kita masih memeriksa. Apa saja yang ditanyain nanti kita belum bisa (menyampaikan.red) kita masih kerja,” sebutnya.

Pemeriksaan berlangsung sampai pukul 17.30 WIB.   Asfan Fikri Sanaf tergopoh-gopoh keluar ruangan  bersama para pejabat bank Sumsel Babel menuju mobil.  Hanya keluar omongan dia sedang mengejar jadwal pesawat untuk balik ke Palembang saat dicecar soal penetapan tersangkanya. “Saya lagi ngejar pesawat  ke Palembang,” cetusnya.

Dalam perkara ini Asfan Fikri Sanaf dijerat pasal 2 ayat 1 Jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam perkara ini  penyertaan modal dari Pemprov Bangka Belitung sendiri senilai  Rp 50 Milyar adapun kerugian negara dalam kasus ini disebut-sebut lebih dari Rp 15 Milyar.  Adapun selama ini banyak juga pejabat tertinggi dan tinggi daerah yang sudah menjalani pemeriksaan. Mulai dari bupati, walikota, Sekda dan lain lain. (man)

 

Pos terkait