Terkait Kasus Korupsi Solar Cell dengan Terdakwa Dedi Sapja, Darusman Akui Merasa Tertekan Saat Menjadi PPK

  • Whatsapp

sidang-korupsi-solar-cell-ubb_20160919_202136PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM–Dalam persidangan terdakwa Dedi Sapja pada Selasa (18/10/2016) kemarin dikantor Pengadilan Tipikor Pangkalpinang Bangka Belitung, terpidana Darusman diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi.

Ada hal yang  aneh dalam pengakuan Darusman saat persidangan. Keanehan itu terpantau oleh amunisinews.com saat mendengarkan pengakuan terpidana Darusmana dalam persidangan tersebut.

Dalam persidangan itu terpidana Darusman yang dijuluki oleh kawan kawan media sebagai Bang Toyib itu merasa sangat tertekan disaat dirinya ditunjuk sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan Solar Cell yang diduga merugikan negara sebesar Rp. 8.162.122.296.00 itu. Apakah itu untuk bela diri atau apa, dalam persidangan itu Darusman mengatakan dirinya merasa sangat tertekan selama menjadi PPK di UBB. Tertekanya itu  dikatakanya terutama saat mengurus proyek solar cell.

“Saya tertekan sekali pak hakim, karena yang mendominasi pekerjaan proyek ini pak Dedi Sapja. Saya tidak berani melawan karena takut kehilangan pekerjaan,” ujarnya Darusman alias Bang Toyib

Hakim ketua Setyanto lalu meminta penjelasan rinci soal “rasa tertekan” itu pada Darusman. Sebab bagi hakim ketua sangat janggal kalau Darusman merasa tertekan mengingat PNS PU kabupaten Bangka itu justeru betah jadi PPK di UBB selama ini.

Akhirnya karena terus didesak Darusman mengungkapkan soal dirinya sempat dijanjikan oleh Dedi Sapja untuk jadi wakil Rektor 3 di UBB. Dengan begitu akhirnya Darusman selain sebagai PNS juga bersedia jadi PPK di UBB.

“Dulu itu itu pak Dedi Sapja meminta saya membantu UBB agar jadi PPK. Nantinya juga di UBB saya akan dijadikan wakil rektor 3,” sebutnya.

Tiba-tiba hakim ketua Setyanto memotong dan menyinggung soal apanya yang membuat Darusman sampai merasa tertekan. Pasalnya Darusman yang saat itu sempat dipanggil terdakwa oleh Setyanto (lalu diralat saksi) sampai mau jadi PPK berkat ajakan terdakwa Dedi Sapja itu.

“Berapa sih besarnya gaji terdakwa (lalu diralat jadi saksi)  di UBB?” tanya   Setyanto geli.

Darusman lalu buru-buru menjawab lagi, “Ya itu pak, saya tertekan. Kalau saya tak mengajar di UBB ini soal nasib saya pak (soal ekonomi.red),” tukasnya disambut senyum-senyum nyinyir terdakwa Dedi Sapja yang duduk berdampingan dengan tim PH.

Pengakuan senada atas dominasi peran Dedi Sapja juga diakui oleh rekanya sesama wakil Rektor yakni Ahmad Fauzi. Ahmad Fauzi yang merupakan wakil Rektor 2 mengaku walau sebagai ketua penyiapan dokumen lelang tak ada menandatangani apapun terkait soal HPS, lelang dan kontrak.

“Saya tak turut serta soal HPS. Pak Dedi Sapja dan Darusman yang buat RAB dan HPS,” ucapnya.

Diketahui sebelumnya bahwa Proyek pengadaan energi solar cell sistem UBB bersumber dari APBNP tahun  2012 telah merugikan keuangan  negara  sebesar Rp 8.162.122.296,00.(man)

Pos terkait