Terkait RSUD Basel, Hakim Tidak Singgung Pai yang Ikut Menerima Gratifikasi

  • Whatsapp

irsud-bangka-selatan_20161010_153651PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM—Terungkap  juga kalau ada uang senilai Rp 25 Juta  sudah mengalir kepada anak Jamro sendiri yakni Ardiansyah als Pai. Pai menerima langsung uang tersebut dari dr Franseda di rumah dinasnya pada malam hari.

Pengakuan Franseda waktu itu dipersidangan sangat jelas dan gamplang, “Uang itu mau dibelikan Pai untuk motor, lalu saya tanya mau saya yang belikan atau dia sendiri. Dia (Pai) bilang biar dia (Pai) yang belikan, lalu saya serahkan uangnya,” ungkap Franseda di hadapan majelis hakim saat bersaksi dalam persidangan.

Sementara itu saat ditemui wartawan JPU Laila Qhistina membenarkan dalam amar tuntutanya pihaknya tidak memaparkan soal adanya peran dari Ridho Habibi sebagai penyedia uang kurang lebih Rp 1 Milyar yang kemudian digunakan oleh Yudistira untuk menyuap Jamro melalui dr Franseda.  Begitu juga dengan aliran-aliran duit tersebut diakuinya tidak juga dijelaskan. Namun sayang Laila Qhistina saat menjawab pertanyaan  wartawan memilih tidak mau berkomentar lebih jauh. Dia  meminta wartawan untuk mempertanyakan langsung secara jelas pada pimpinanya yakni Kajari Pramono.

“Kami hanya anak buah tak tahu soal itu. Soal itu (kenapa  Ridho Habibi dan anak Jamro yakni Ardiansyah als Pai tak teradili.red) tanyakan pada pak Kajari (Pramono.red). Kan pimpinan yang memutuskanya,” elaknya halus.

Disinggung lagi apakah Ridho Habibi dan Pai akan terjerat sama  seperti Jamro dalam perkara ini. Dengan nada tersirat   Laila Qhistina memastikan kasus ini hanya sampai pada Jamro. Namun dia menolak untuk membeberkan alasan “penyelamatan” tersebut. “Iya (sudah berakhir.red), itu kan tergantung langsung dari pimpinan (Pramono.red),” tukasnya.

Namun dia mengakui secara gamlang memang sudah jelas dari fakta persidangan yang diungkapkan langsung oleh saksi terpidana Franseda dan Yudistira soal sumber uang gratifikasi serta kemana saja mengalirnya itu. Namun lagi-lagi Laila Qhistina ogah mengomentari lebih dalam. Dirinya lagi-lagi meminta langsung wartawan bertanya langsung pada Pramono. “Ke kantor saja di sana (Toboali.red), tanya langsung di sana (pada Pramono.red),” tukasnya seraya berlalu dari hadapan wartawan.(man)

 

Pos terkait