Terkendala Anggaran,Tumpukan Sampah Gedangan Sebabkan Banjir

  • Whatsapp

sampah- jatim

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM – Sekitar 800 KK warga Gedangan  keluhkan bau sampah dan luberan air sungai yang masuk ke perkampungan dan rumah warga. Kebanyakan mengeluhkan keberadaan sampah di dalam sungai Gedangan karena mengeluarkan bau yang kurang sedap dan menyengat,khususnya yang berada di depan kantor Kecamatan gedangan Sidoarjo persis dijembatan jalan penghubung kantor Kecamatan Rabu (19/7).

Sigit Setyawan, saat dikonfirmasi wartawan Rabu (19/7) mengatakan, bahwa Gedangan termasuk saluran kanal empat secara rutin sering terjadi tumpukan sampah terhambatnya saluran.Sementara dinas PU tidak sekedar hanya mengambil sampah dan membuang.

“Kedepan kami akan mengubah image ini bahwa dinas PU tidak sekedar mengambil sampah.Salah satu agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai. Faktor penyebabnya kesadaran masyarakat kurang dalam membuang sampah,” katanya.

“Sebetulnya mangetan kanal secara berkala kami lakukan pengambilan sampah cuma sementara ini 2017 kita belum bisa menurunkan alat berat karena kendala anggaran mas.Setelah perubahan APBD kami akan turunkan alat berat.Tapi selain melakukan pembersihan kami akan melakukan sebuah program yang nanti akan mengatjak partisipasi masyarakat,’ Sidoarjo Peduli Sungai,’kami ajak agar masyarakat ikut memiliki sungai,” imbuhnya.

“Kami berharap hal utama tidak membuang sampah disungai,tidak membuat jembatan setiap rumah satu jembatan itu hal yang pokok.Jembatan faktor yang menghabat kami melakukan normalisasi sampah dan mengakibatkan air meluber keatas dan permukiman warga,” ujar Sigit.

Sekcam Gedangan yang akrab disapa Paksek Aziz,’ mengatakan penyebaby penumpukan sampah di sekitar jembatan, kadang-kadang tidak segera disikapi. “Kalau kami melakukan kerja bakti mandiri nampaknya tenaga bukan orang-orang professional.Kami sudah terkonsep tanggal 30 Juli akan serentak kerja bakti masal 6 desa sepanjang 8 KM mulai,Ganting,Keboan Sikep, Keboan Anom,Ketajen ,Gedangan,Wedi,”  terangnya.

“Kami berharap kesadaran masyarakat tidak membuang sampah disungai benar-benar tidak melakukan itu,karena dibutuhkan kesadaran ujar sekcam karena sudah akan diterapkan dan merupakan wacana terkait denda dan polisi sungai,”ujar Cekcam Gedangan.

Suwadi Alimin, Kasi Kesra Keboan Sikep mengatakan,pendangkalan sungai karena warna airnya yang keruh,dan sampah ini kiriman dari atas,dari Sukodono,Krian dan lainnya.Warga kami mengeluhkan bau busuk menyengat,air meluber (banjir)ke  rumah warga,  khususnya di wilayah RW 1 ada 8 RT dan RW 2 ada 7 RT,KK dua RW 800 Kepala Keluarga.

“Kalau warga masalah sampah sudah saya koordinir tidak ada yang membuang sampah kesungai karena sudah ada TPST.Dan berharap agar dinas terkait mencari solusi agar air tidak meluber ke rumah warga yang menyebabkan banjir dan bau sangat menyengat,” ujar Suwadi kepada wartawan. (tam)_

 

Pos terkait