Tim Polres Bangka Barat Tertibkan Tambang di Kawasan Hutan Bakau

  • Whatsapp
IMG-20170117-WA0032
Penertiban tambang ilegal (foto:amunisinews)

MUNTOK BABAR BABEL, AMUNISINEWS.COM- Maraknya penambangan ilegal di wilayah Kabupaten Bangka Barat membuat gerah Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi SIK MH. Apalagi lokasi tambang timah ilegal itu masuk dalam kawasan hutan, apakah itu Hutan Lindung, Hutan Produksi ataupun Hutan Bakau.

Untuk itu Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi SIK MH memerintahkan anggotanya untuk  lakukan penertiban terhadap tambang timah ilegal yang berlokasi di kawasan hutan Bakau Desa Rambat, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat. Dengan didampingi unsur Muspida Kabupaten Bangka Barat dan pihak pihak terkait serta beberapa wartawan, penertiban itu dilaksanakan  pada Selasa (17/1/2017) sekitar pukul 11.00 Wib s/ 12.30 Wib.

Atas perintah Kapolres, penertiban tambang timah ilegal itu dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bangka Barat beserta rombongan anggota dan didampingi Kapolsek Simpang Teritip beserta Anggota serta didampingi juga oleh Danramil Muntok, Camat simpang teritip Dinas kehutanan juga Polhut Pemda Kabupaten Bangka Barat beserta  Kepala satuan Pol PP bersama Anggota Pol PP Bangka Barat.

Tim penertiban sejak berangkat dari Muntok langsung menuju ke lokasi tambang timah ilegal yang terletak  di hutan bakau Desa Rambat. Tetapi sangat disayangkan apakah penertiban ini sudah diketahui penambang, atau memang hari ini penambang tidak sedang menambang, sesaat tiba di lokasi hutan Bakau Rambat,  tim tidak menemukan ada lagi alat / mesin ponton yg beroperasi.

Tim penertiban hanya menemukan sakan  ( alat untuk menambang) yang ditinggalkan oleh para penambang.

Pada saat tim sedang melakukan pengecekan di lokasi, datanglah sekelompok masyarakat penambang kelokasi tersebut yang  di komandokan oleh Yuliati dan H Sawiran yang mengatakan bahwa kalau menertibkan tambang ilegal jangan tebang pilih hanya di lokasi ini saja tapi seluruhnya yang ada di Desa Rambat harus ditertibkan,

“Kami minta kepada pihak Kepolisian beserta timnya kalau menertibkan tambang jangan hanya menertibkan tambang kami saja, tetapi semua tambang ilegal yang berada di Desa Rambat harus ditertibkan,” pinta Yuli pada Selasa.

Kemudian masyarakat tersebut dikumpulkan dan diberikan arahan serta himbauan oleh Kabag Ops Polres Bangka Barat atas ijin Kapolres Bangka Barat.

Kabag Ops menjelaskan maksud dan tujuan penertiban ini adalah karena lokasi tersebut adalah Hutan Lindung yang tidak boleh dirusak karena bisa mengakibat kan banjir di Desa Rambat.

“Lokasi kawasan hutan Bakau ini merupakan kawasan Hutan Lindung yang dilindungi, hutan ini tidak boleh dirusak ataupun ditambang dengan alasan apapun. Kalau hutan Bakau ini dirusak akan menyebabkan banjir di Desa Rambat ini,” tegas Kabag Ops Polres Bangka Barat seijin Kapolres.

Kemudian Kabag ops menjelaskan apabila dikemudian hari masih ditemukan ada yang menambang di Hutan Bakau tersebut akan ditindak secara hukum,

” Kami ingatkan kepada penambang, jika nanti kami menemukan lagi aktipitas penambangan di kawasan Hutan Bakau ini, kami akan melakukan tindakan penertiban dan memprosesnya secara hukum,” jelas Kabag Ops lagi.

Sejalan dengan Kabag Ops Polres Bangka Barat,  Danramil Muntok menambahkan silahkan hentikan kegiatan penambangan di lokasi ini karena sudah dijelaskan tadi bahwa ini lokasi hutan lindung,

” Sebagai Danramil di wilayah ini saya ingatkan lagi kepada penambang untuk jangan coba coba melakukan kegiatan penambangan lagi disini ( Kawasan Hutan Bakau red) karena ini lokasi Hutan Lindung,” tegas Danramil

Selanjutnya Kapolsek Simpang Teritip menambahkan bahwa Kapolsek sudah berkali kali menghimbau untuk menghentikan kegiatan penambangan namun masyarakat masih saja melakukan penambangan di lokasi tersebut. Setelah mendengar penjelasan dan himbauan tersebut kemudian masyarakat yang datang kelokasi tadi diminta untuk membubarkan diri dan pulang kerumah masing masing.(herman)

Pos terkait