Tingkatkan SDM Hasil Maksimal, Dinas Pangan dan Pertanian Gelar Pelatihan Alsintan

  • Whatsapp

Oleh: Tama Pratiwi

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID  – Untuk menjadikan petani yang maju mandiri dan modern serta maksimalkan hasil pertanian, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo melaksanakan pelatihan alat dan mesin pertanian (alsintan). Kegiatan kali ini dalam rangka temu teknis atau temu lapang,guna peningkatan kapasitas kelembagaan penyuluhan pertanian tahun 2021.Hal ini mendapat apresiasi masyarakat khususnya petani dan Poktan salah satunya di Desa Sukodono,Dusun Sawo Kecamatan Sukodono Rabu(15/9/2021).

Saat di temui dalam kegiatan Sutejo SP,  Kepala Seksi (Kasi)Tata guna lahan air dan alsintan kepada Amunisi mengatakan,”ini memang program dinas, untuk mendidik atau melatih teman- teman semua penyuluh juga mantris dan petugas yang lain serta beberapa petani yang nanti dilatih menjadi operator operasional Alsintan.

Dengan harapan, jadi petugas kami itu tidak saja hanya bisa mengorganisasi tetapi bisa tahu persis posisi alsintan itu gimana kesulitan – kesulitan operasional Alsintan itu gimana,memanejement ada kerusakan itu bagaimana, sehingga apabila  ada pertanyaan baik itu dari petani atau operator itu bisa menjawab fan mencarikan solusi, mungkin suku cadangnya,kebetulan ini juga ada narasumber.

“Dari kegiatan ini sehingga semua permasalahan- permasalahan yang ada di lapangan segera terselesaikan. Sesuai dengan motto perkembangan pertanian yaitu “Maju Mandiri Modern’”,terang Tejo.

Menurut Tejo, sekarang semua budidaya pertanian dialihkan ke mekanisasi,salah satunya adalah alsin. Dimulai baik dari pengolahan tanah,tanamnya,maupun panen. Sekaligus pemasarannya nanti teman- teman ini sebagai fasilitator untuk mempertemukan ke produsen petani sampai dengan tingkat pemasarannya.Sehingga bisa memutus rantai kesulitan pemasaran.

Dengan kegiatan ini harapannya dapat meningkatkan sumber daya manusianya baik dari petani, maupun petugas keterampilannya lebih meningkat dan hasilnya saya yakin dengan adanya alsintan mekanisasi akan lebih cepat proses pengolahan tanahnya.Sehingga produksinya akan lebih meningkat,dan jualnya lebih mahal.Kegiatan pertama di Porong dan hari ini di Sukodono,papar Tejo.

Narasumber binaan dinas mengatakan, awalnya kegiatan ini dimulai dari cara kerjanya, cara mengemudinya alsintan, itu jenisnya apa, kita kasih tahu fungsi – fungsinya dari awal hingga bisa menerapkan ke kalapangan juga kelemahan- kelemahan dari alsintan itu sendiri.

Mungkin kalau memang ada kelemahan kita bisa menspare.Gunanya waktu bekerja agar tidak terlalu lama di lapangan.

“Ada jenis Alsintan dan fungsinya yaitu Rice Transplanter atau alat mesin penanam padi,Hand Traktor(alat mesin pengolah lahan pertanian),Combine Harvester (alat panen padi ) pelatihan di porong kemarin,” terang Ivan.

Harapannya kalau dari suport alsintan itu masih kurang, jadi masih kalah dengan kabupaten-kabupaten lain.Dan bertujuan ingin memaksimalkan hasil itu sendiri dan menciptakan petani yang milenial.”jelas Ivan Agus Suharto Manager P4S WIJI MAKMUR ( Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) Kecamatan Balongbendo binaan Dinas Pangan dan Pertanian.

H.Misbah (62) ketua Poktan Budi Luhur 2 menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini,saya sebagai kelompok tani mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah melalui dinas terkait bersama staf dan jajaranya.Karena banyak motifasi yang saya dapatkan untuk meningkatkan produksi saya dan juga petani.

“Saya yang sudah lima kali tanam mesin ini merasa lebih ringan,baik dari pengolahannya dalam mengemes,maupun menyemprot,mendadak’i ini lebih mudah bila memakai alsintan ini.Selama ini dalam produknya sangatlah menunjang dan hasilnya maksimal dan lebih cepat.Dalam lima kali kita tanam mesin ini meningkat kurang lebih  5 kwintal dari luas lahan saya,ucapnya.

Saya sendiri juga bisa menggunakan alsintan dan melatih kepada kawan-kawan.Harapan saya dinas selalu berupaya untuk selalu membantu dengan kegiatan pelatihan dan penyuluhan supaya petani lebih bersemangat lagi

Sementara Navi selaku koordinator penyuluh pertanian Taman menambahkan,” kebetulan saya orang lapangan,jadi kegiatan ini menambah kami pengetahuan dan keahlian kami untuk memberikan solusi kepada petani.Karena sekarang sumber daya manusia sudah berkurang,dengan adanya modernisasi alat, kita bisa memberi masukan dan solusi kepada petani.Biar petani itu tidak patah semangat karena berkurangnya buruh tenaga kerja di lapangan.

“Kita memberi solusi dengan alat alsintan ini. Brigade alsintan ada 10 kecamatan,dari brigade ini bisa membantu kami apabila petani mempunyai keluhan kepada tenaga kerja.Keluhan kebanyakan di lapangan pastinya adalah tenaga kerja karena petani kebanyakan sudah pada tua-tua,”Imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *